Hanya Cinta Yang Tulus Mampu Mengalahkan Waktu

Filed under: by: GreenGrass

 “Kasih tidak berkesudahan;”(I Kor. 13:8a)

“Sampai saat ini pun aku masih bertahan. Sampai kapan? Sampai aku benar-benar menyadari kalau ia bukan untukku. Aku belum jenuh, dan mungkin takkan pernah jenuh untuk menunggunya.”
Dalam hal cinta, beberapa orang, bahkan mungkin sebagian besar lebih meyakini bahwa cinta harus dikejar, bukan ditunggu. Menunggu dan mengejar adalah dua pekerjaan yang saling bertolak belakang. Jika menunggu dianggap pekerjaan pasif dan melelahkan, maka mengejar adalah tindakan aktif dan nyata untuk mendapatkan. Dengan mengejar, seseorang merasa telah beberapa langkah lebih dekat dengan apa yang dia inginkan. Bisa memotong waktu, dan memangkas jarak. Tapi, bukankah cinta takkan pernah sama dengan matematika?
Layaknya manusia yang mencinta, tak berdosa rasanya jika harapan tuk mendapatkan cinta dengan porsi yang sama masih tetap tumbuh di tengah kenyataan yang memang terasa menyesakkan. Karena itulah, dalam cinta selalu ada pilihan untuk “menunggu”. “Bila cinta lebih indah dengan menunggu, apa salahnya kita berharap dia ada di sisi kita kembali, bukan?”  Ya,  menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran. Namun, juga tak ada alasan untuk percaya bahwa penantian itu akan sia-sia.
Setiap manusia akan merasakan yang namanya mencintai dan dicintai. Namun, manusia tidak mempunyai daya control atas apa yang akan terjadi dalam hubungan percintaannya. Sesuatu yang wajar ketika anak manusia menginginkan kebersamaan dengan orang yang dicintainya. Namun sayangnya, Cinta tak pernah datang dengan kepastian. Setiap hubungan pun pasti punya dua kemungkinan, antara berhasil atau justru nihil. Ya, itulah hidup. Akan ada saatnya mereka yang mencinta merasakan romansa yang berbunga-bunga. Tapi, juga ada saatnya awan gelap itu melanda. Ketika kata perpisahan telah dilontarkan, yang tersisa hanyalah hubungan yang telah kosong.
“Apakah terlalu bodoh untuk menunggu?”
Tidak. Manusia yang memiliki berjuta-juta keinginan akan sanggup menunggu untuk sebuah harapan yang terkadang tidak selalu terjadi. Harapan akan cinta inilah yang membuat manusia tegar, dalam diam maupun dalam helaan nafas.”
Ketika cinta yang begitu besar tak dibalas dengan sepadan, masih haruskah kita mempertahankan rasa yang tak bermasa depan? Tak salah rasanya jika kita turut berpegang. Bahwa seseorang tak bisa meminta orang lain untuk memilih mencintai atau tidak mencintai diri kita. Jangan salahkan apa pun saat kita jatuh cinta. Seperti simpul terikat mati, takdir sudah mengikat, bahkan air mata pun tak mampu menggoyahkan keputusan itu. Ya, jatuh cinta adalah bagian dari sepotong rencana takdir. Percaya saja selalu ada akhir yang manis.
Luar biasa sekali saat kita membaca kisah cinta Yakub dan Rahel. Mereka mengalami banyak cobaan gara-gara Ayah Rahel yang licik. Yakub harus menunggu beberapa tahun lamanya untuk mendapatkan Rahel!
Sebenarnya ujian tersulit saat berpacaran adalah waktu. Banyak hubungan berpacaran yang tak bertahan lama, karena ternyata cinta mereka hanyalah cinta sesaat. Namun Yakub membuktikan cintanya pada Rahel dengan berani menunggu. Inilah cinta sejati yang teruji dengan waktu.
Bagaimana dengan kalian, sanggupkah waktu meleburkan cinta kalian? Abadikah cinta kita itu seperti cinta Yakub? Memang kita sering mengalami cinta monyet, cinta sesaat, yang hanya bertahan seumur jagung. Namun cinta semacam itu bukanlah cinta yang dikehendaki Tuhan. Tuhan Yesus menghendaki kita semua mencintai dengan tulus dan murni. Hanya cinta yang tulus yang sanggup mengalahkan semua tantangan dan waktu. Kerap cinta yang sejati pasti melalui banyak ujian, dan memerlukan banyak pengorbanan. Dan cinta sejati pasti lulus ujian dan berakhir dengan selamat sampai pada pelabuhan cinta.
Hanya cinta yang tulus yang sanggup mengalahkan waktu. “Tuhan Yesus, jadikan aku orang yang setia setiap waktu. Berikan aku kekuatan jika memang aku harus menunggu

Untuk Segalanya (Tentang Kesetiaan)

Filed under: by: GreenGrass


Aku tak bisa hidup tanpa mencintaimu juga mungkin aku tidak bisa berhenti untuk mencintaimu engkaupun telah mengetahui kesungguhan hatiku mencintaimu.. biarlah waktu yang menilai seberapa lama rasa ku dan rasamu terpahat di dalam hati

Aku tak memintamu untuk mencintaiku selamanya….Akupun tak berani mengharap rindumu untukku
sebab aku mengerti jika sebuah rasa bukan sesuatu yang dipaksakan

Maka kubiarkan rasa itu mengalir sebab kini kusadari... jika mencintai dengan ketulusan adalah sebuah keindahan yang terbalut perih kala engkau hanya mampu untuk kucinta tanpa mampu untuk kumiliki....

Namun biarlah.. karena aku tak bisa berhenti untuk mencintaimu sebab jika aku telah berhenti itu adalah kematianku

Aku rapuh tanpamu disini Tiada tegapku tuk coba melalui Sungguh, ku ingini kau selalu berada di sisi
Aku membutuhkanmu, sandaran hatii...

Bagaimanakah dalam hati ini kan bicara?...Di antara cerita kisah-kisah yang kita punya,…Terpenggal oleh sekat batas dan waktu…Memaksa diri ini tuk selalu meneguk tuba rindu..

Jika aku memberimu sebutir bintang jangan kau balas dengan memberiku bintang juga tapi sebarkanlah bintangmu diluasnya alam semesta agar jadi petunjuk walau sebutir mogakan menerangi gelapnya malam.....

Andai aku tak dapat menjadi pelita malammu, cukuplah aku menjadi Kunang-kunang agar malammu terang....

Saat ini kau dan aku di sini masih bersama  meski jarak memisahkan kita,,,tapi kita saling menyanyangi
Esok, entah siapa yang akan berkelana, Menyusuri dan melanjutkan takdir sendiri...
Bukankah kita masih memandang matahari yg sama dan berdiri dibawah langit yg serupa?
Hanya saja ..mungkin Tuhan sedang mengatur waktu yg tepat untuk kita. . mungkin Tuhan sedang merancangkan pertemuan indah penuh haru pada saatnya nanti.

ah entahlah ...aku selalu berbaik sangka pada rencana Tuhan …yg jelas ada sebuah harap ….Aku ingin SEBUAH PERTEMUAN ..!!

Nanti jika Tuhan sudah menentukan saatnya dan kau siap untuk menemuiku..  sudah ku persiapkan 1000 cerita untuk kau dengarkan. kau hanya perlu menyediakan telinga mu dan tangan kanan mu.
untuk mendengarkan aku bercerita dan menghapus air mata ku disaat aku tak mampu menyelesaikn cerita ku..

Akan ku ceritakan bagaimana jika kau menjadi aku…Bagaimana aku begitu hebatnya mencintaimu dalam diamku..

Untuk sebuah nama.. Aku ingin meminta ijin.. Aku ingin menulis kisah kita, yang tertoreh dalam kenangan dan ingatan….Kisah tentang bagaimana hujan membelah senja dalam keheningan malam.
Tentang suara desir angin dalam kehangatan rasa cinta yang dirasakan….Tentang embun yang membayangi perjalanan kita menuju indah……Aku merasakan kau ada, ketika aku menceritakan kisah kita dalam tulisan….Aku merasakan untaian cinta itu terjalin sejauh kau dan aku terpisah….

Untuk sebuah nama.. Aku ingin meminta ijin.. Aku ingin menulis kisah kita, yang tertoreh dalam kenangan dan ingatan….Kisah tentang bagaimana hujan membelah senja dalam keheningan malam.
Tentang suara desir angin dalam kehangatan rasa cinta yang dirasakan….Tentang embun yang membayangi perjalanan kita menuju indah……Aku merasakan kau ada, ketika aku menceritakan kisah kita dalam tulisan….Aku merasakan untaian cinta itu terjalin sejauh kau dan aku terpisah….

Meski setia seringkali berakhir….Getir dan tak selalu indah.....Kita tak perlu seperti Romeo-Juliet...
Untuk belajar setia...Mari belajar tentang setia pada ranting...Yang menunggu pucuk tumbuh... Yang ditunggunya hingga sampai menghijau...Jika pun akhirnya luruh...Itu karena musim telah berganti...

Mari belajar tentang setia...Pada rintik yang selalu temani gerimis...Pada kelam yang selalu sertai malam... Dimana setia yang tak pernah pertaruhkan janji... Mari belajar tentang setia...Pada rembulan dan bintang yang temani malam...Meski awan gelap datang selimuti cahayanya...Ia tak pernah lelah tunaikan kewajiban...Mari belajar tentang setia.... cukup duduk di sini perlahan...Diam diam dan dengarkan bisikan hati...Jangan kesetiaan di umbar dari lisan ini.... Bila keiklasan masih bersembunyi dari hati....

Menyongsong Tahun 2010

Filed under: , by: GreenGrass

Kembali kita tiba di penghujung tahun 2009, sebuah garis imajiner yang sering dipakai untuk membatasi antara masa lalu dan masa yang akan datang. Sebuah momentum yang dapat digunakan untuk mengubur hal-hal yang tidak baik di tahun 2009 untuk kemudian menatap optimis dan penuh harapan ke depan. Meski kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, karena masa depan masih merupakan misteri.


Menatap masa depan penuh harapan
Kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan. Adalah baik untuk berharap yang terbaik. Tetapi hal itu tidak cukup. Kita tidak bisa hanya berharap – kita harus bertindak. Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal digantung berlebihan pada harapan – demi perbaikan nasib. Berharap yang terbaik belum menghasilkan apa-apa. Bekerja dan bertindak – disertai dengan harapan di dalam hati – adalah hal yang membawa hasil. Kombinasi yang sempurna. Harapan tidak akan mengecewakan – selama hal itu disertai dengan tindakan dan komitmen. Harapan tidak bisa mengganti tindakan. Kerjakan apa yang harus dikerjakan – ada atau tidak ada harapan. Harapkan yang terbaik dan kerjakan apa saja yang memungkinkan harapan itu terwujud. Mulai tahun baru anda dengan harapan, dan sambung dengan kerja dan karya. Biarkan harapan menginspirasikan anda, ketimbang membuai anda. Harapkan yang terbaik, dan bayar setiap ongkosnya.

Hidup adalah tantangan
Tantangan akan menggairahkan anda, memberi anda arah, dan membangkitkan yang terbaik dalam diri anda. Tantangan akan mendorong anda untuk mempelajari ketrampilan baru, meraup pengetahuan baru. Tantangan memotivasi anda untuk memberi hasil terbaik dari diri anda. Pernahkah anda perhatikan, saat anda memiliki sedemikian banyak tugas yang harus dikerjakan, anda justru memiliki lebih banyak yang selesai dikerjakan. Dan saat sedikit hal yang perlu dikerjakan, ternyata lebih sedikit lagi yang selesai dikerjakan. Usaha anda meningkat sesuai dengan pekerjaan yang harus dikerjakan. Tantangan mendorong hasil. Tantangan tidak muncul untuk menarik anda ke bawah. Tantangan ada untuk mendorong anda ke atas, menghasilkan yang terbaik, mencapai target. Memang tantangan itu sulit dan tidak menyenangkan. Tetapi hal itulah yang memberikan arti dan nilai. Kesuksesan terbesar hadir lewat kebiasaan berurusan dengan serangkaian tantangan. Bukan dengan menghindari tantangan.

Membangun masa depan
Setiap pikiran yang terlintas, entah itu baik ataupun buruk, akan membangun karakter anda. Sama seperti batu bata yang tersusun satu di atas yang lain, untuk membangun rumah – demikian pula pikiran anda disusun satu di atas yang lain. Setiap saat, setiap waktu ketika anda berfikir. Baik secara sengaja atau tidak. Siapa diri anda, apa yang anda capai, kepuasan yang anda temukan, bagaimana cara pandang anda terhadap diri sendiri, semuanya tergantung pada pikiran yang membangun hidup anda. Setiap pikiran, setiap waktu, dapat memperkuat bangunan diri anda. Tak satu pencapaian senilai apapun yang secara tiba-tiba muncul. Segalanya harus dibangun langkah demi langkah. Dan anda memiliki kekuasaan untuk membangun hidup macam apa yang anda inginkan. Kekuasaan itu datang dari masa lalu tempat anda hidup, dalam pilihan yang anda ambil, dalam tindakan yang anda kerjakan.
Pilihan anda menentukan bangunan seperti apa yang anda buat. Saat ini, anda sedang membangun masa depan anda.
Banyak orang memiliki mimpi-mimpi besar. Namun hanya sedikit yang benar-benar berhasil mewujudkannya. Nah, menurut saya di sanalah peranan tindakan (action). Mimpi tetap hanya menjadi mimpi bila Anda tidak melakukan apa-apa.Mimpi tidak akan menjadi kenyataan bila Anda telah berhenti sebelum mencapai puncak (Deddy A)

Semua Manusia Sama Di Mata Tuhan

Filed under: , by: GreenGrass


Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ”sesungguhnya aku telah mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang”(Kis 10:34)

Manusia diciptakan oleh Allah sama dan menurut citra dan gambar Allah sendiri (kej 1:26) dan di dunia ini rupa dan bentuk manusia sama, hanya postur tubuh, rambut, kulit, biji bola mata yang berbeda.

Di Indonesia dari Sabang sampai Merauke di diami oleh penduduk Indonesia yang sama, hanya warna kulit dan rambut yang berbeda dan perbedaan ini menjadi kekhasan orang indonesia. Di Indonesia ini dihuni oleh berbagai macam suku bangsa, belum lagi dibelahan dunia lain.

Kita baru saja merayakan Natal, memperingati kelahiran Sang juruselamat 2009 tahun yang lalu dan masih dalam suasana damai dan kebahagiaan Natal, marilah kita menyampaikan, membagi kebaikan Allah kepada; keluarga, saudara, tetangga, rekan sejawat, atasan, bawahan dan sesama.

Allah menunjukkan kasih setiaNya kepada kita. Untuk menyatukan kembali hubungan kita dengan-Nya, Ia relakan anak-Nya tunggal untuk mati bagi kita.

Mengapa dijaman modern nan maju ini masih ada diantara kita yang mempersoalkan perbedaan?

Apakah artinya perbedaan dibandingkan dengan banyaknya persamaan diantara kita. Bukankah kita sama-sama membutuhkan sesuap nasi dan seteguk air segar demi memenuhi lapar dan dahaga? Kita juga sama-sama menangis dikala sedih, tertawa dikala gembira. Kita sama-sama gemetar sewaktu ketakutan melanda, serta tergelak ketika melihat dan mendengar yang lucu. Kita sama-sama berkeringat dibawah teriknya matahari dan menggigil ditelan dinginnya malam.

Tidakkah kita melihat begitu banyak persamaan diantara kita, sampai kita tidak mampu menghitungnya.

Lalu mengapa secuil perbedaan yang dipicu oleh; keinginan, hasrat dan nafsu menyangsikan semua kesamaan kita?

Mengapa kita seolah-olah mangais perbedaan dan menggoreskan garis pemisah, merancang bendera kami dan kau?

Tidak cukupkah satu persamaan diantara kita, memupuskan kegigihan untuk mempertahankan warna-warna itu?

Bukankah keindahan pelangi yang sangat menakjubkan itu terletak pada warna yang berbeda-beda.

Bukankah kita semua punya Kasih. Dan sumber KASIH itu adalah satu. Tuhan Yesus Kristus mengasihi semua orang, bukankah Allah menurunkan hujan sama bagi orang baik dan orang jahat, orang benar dan orang salah, orang kulit putih dan orang kulit hitam, orang rambut hitam dan orang rambut pirang, orang rambut lurus dan orang rambut keriting.

Ketekunan Adalah Kekuatan Yang Luar Biasa

Filed under: , by: GreenGrass


”Dan ketekunan menimbulkan tahan uji, sdan tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”(Rom 5:4-5)

Apa yang kita raih sekarang adalah hasil dari kerja keras dan usaha yang di lakukan secara terus menerus. Kebarhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja, keberhasilan bukan sesuatu yang datang begitu saja dari langit.

Bila kita yankin pada tujuan dan jalan yang kita ambil, maka kita harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan kita untuk bertahan ditengah kesulitan. Kita harus tetap mengambil langkah selanjutnya, jangan berhenti dilangkah pertama.

Memang semakin jauh kita berjalan, semakin banyak rintangan yang menghalang. Bayangkan, andai saja kemarin kita berhenti, maka kita tidak berada disisni sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai harga diri kita. Apapun yang kita lakukan jangan sampai kehilangan ketekunan, karena ketekunan adalah daya tahan.

Saya bekerja sejak tahun 1996 dengan gaji sebesar rp. 176.000,- bulan demi bulan sampai pada awal tahun, seiring waktu gaji saya naik dan sampai 14 tahun bekerja saya bekerja, gaji saya lumayan tinggi, saya memulainya dari rp. 176.000,- samapi saat ini dasar kekuatan saya adalah ketekunan. Saya bekerja dari bagian produksi di lapangan sampai saat ini saya di kantor, dari panas terik dan debu di lapangan hingga saat ini di ruang sejuk ber-AC semua ini tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang dan melalui ketekunan yang kuat serta kesabaran yang tinggi dan saya menikmati buah dari ketekunan dan kesabaran saya.

Ribuan kilometer langkah kita dimulai dari satu langkah. Langkah pertama keberhasilan kita harus dimulai dari rumah kita, rumah yang paling baik adalah hati. Itu sebaik-baiknya untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan kita dengan memajukan hati kita, kemudian pikiran-pikiran kita dan usaha-usaha kita dan pekerjaan kita.

Ketekunan hadir bila apa yang kita lakukan benar-benar berasal dari hati kita

Orang-orang yang begitu luar biasa sukses, bukan ketika mereka memulai sesuatu yang besar. Karena mereka melakukan sesuatu dari yang kecil dan dengan ketekunan serta kesabaran menghadapinya mereka memiliki kesuksesan yang luar biasa.

Hiduplah Saat Ini

Filed under: , by: GreenGrass

”..janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”(Mat 6:34)


Yang anda miliki hanya SAAT INI. Ukuran ketenangan jiwa dan efektivitas pribadi kita ditentukan oleh besarnya kemampuan kita untuk hidup di saat sekarang. Tanpa memedulikan apa yang telah terjadi kemarin dan apa yang akan terjadi esok., SAAT INI adalah tempat anda berada. Dari sudut pandang ini, kunci kebahagiaan dan kepuasan terletak pada pemusatan pikiran kita saat ini!
Salah satu keindahan dalam dunia anak-anak adalah mereka melibatkan diri secara total pada masa sekarang. Mereka berusaha tetap terlibat secara total dengan apa pun yang mereka kerjakan, entah mengamati kumbang, menggambar, membuat istana pasir, atau apa pun yang mereka pilih untuk mereka kerjakan.

Setelah dewasa, kebanyakan dari kita belajar seni memikirkan dan mencemaskan beberapa hal sekaligus. Kita membiarkan masalah-masalah yang lalu dan yang akan datang memadati saat ini sehingga kita sengsara dan tidak efektif. Kita juga belajar menunda kesenangan dan kebahagiaan, dengan anggapan bahwa suatu ketika di masa mendatang segalanya menjadi lebih baik daripada sekarang.

Anak-anak sekolah lanjutan berpikir, "Kalau nanti aku lulus dari sekolah ini dan tidak harus mengerjakan apa yang diperintahkan, segalanya pasti menyangkan!" Ia lulus sekolah dan tiba-tiba menyadari bahwa ia tidak bisa bahagia sebelum pergi jauh dari rumah., Ia meninggalkan rumah orangtuanya dan belajar di universitas dan tak lama kemudian memutuskan , "Kalau aku lulus, aku baru benar-benar bahagia!" Akhirnya ia memperoleh gelarnya pada saat ia merasa ia tidak akan bisa bahagia sebelum ia punya pekerjaan.

Ia mendapat pekerjaan dan mulai bekerja dari bawah. Anda sudah menebaknya. Ia belum bisa bahagia sekarang. Tahun demi tahun berlalu, ia menunda kebahagiaan dan ketenangan pikirannya sampai ia bertunangan, menikah, mencicil rumah, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, membina keluarga, menyekolahkan anak-anak, punya rumah sendiri, menyaksikan anak-anak lulus, pensiun.. dan akhirnya mati sebelum sempat merasa benar-benar bahagia. Semua
saat-saat yang menjadi miliknya digunakan untuk merencanakan hari depan yang bahagia yang tidak pernah tiba.

Apakah anda sedikit banyak berkaitan dengan kisah ini? Apakah anda kenal seseorang yang menunda kebahagiaan sampai suatu saat nanti? Agar bahagia, anda harus melibatkan diri sepenuhnya dengan saat ini. Kebahagiaan tidak hanya kita peroleh pada saat kita sampai pada suatu tujuan, tetapi juga di dalam perjalanan mencapai tujuan itu.
Demikian pula, kita bisa menunda melewatkan waktu bersama orang yang paling berarti dalam hidup kita. Beberapa tahun yang lalu, sebuah penelitian di Amerika berupaya mengungkapkan banyaknya quality time yang digunakan oleh para ayah dari golongan menengah dengan anak-anak mereka yang masih kecil. Para pesertanya menempelkan mikroifon di baju mereka untuk memonitor seberapa banyak komunikasi yang terjadi antara ayah dan anak setiap hari. Penelitian itu menunjukkan bahwa rata-rata ayah kelas menengah menggunakan quality time kira-kira tiga puluh tujuh detik setiap hari dengan anak mereka. Tak perlu diragukan lagi, kebanyakan para ayah yang terlibat dalam penelitian itu mempunyai rencana-rencana hebat untuk melewatkan waktu bersama anak-anak mereka, "Kalau rumah sudah selesai", "Kalau kesibukan di tempat kerja sudah berkurang", "Kalau simpanan di bank sudah banyak" .. masalahnya, tidak seorang pun di antara kita yang bisa menjamin kita masih di sini besok. Yang kita miliki hanya saat ini.

Hidup di saat ini juga berarti kita menikmati segala apa yang kita perbuat, dan bukan hanya hasil akhirnya. Jika anda kebetulan sedang mengecat serambi, anda punya kesempatan menikmati setiap sapuan kuas, mempelajari semua cara terbaik dalam melakukan pekerjaan itu, sambil menikmati embusan angin yang menerpa wajah anda, burung yang berkicau di pepohonan, dan segala yang terjadi di sekitar anda. Hidup di saat ini berarti kita mengembangkan kesadaran kita untuk membuat masa sekarang lebih nikmat dan bukan membuatnya hambar. Kita masing-masing mempunyai pilihan, dari waktu ke waktu, apakah kita benar-benar hidup dan terlibat dan membiarkan diri kita disentuh dan dipengaruhi atau tidak.

Kita tidak tahu bagaimana hari besok, karena hari besok adalah misteri. Yang harus kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya hari ini dan berbahagia pada hari ini. Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan melihat masa depan dengan ketakutan, tetapi lihatlah hari ini dan sekitarmu dengan penuh kesadaran.
Sumber : Franx, artikel by Yulius Kuleh

Pemuda Harapan Gereja

Filed under: , by: GreenGrass


"Ia sedang duduk ditengah-tengah alim ulama sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka"(Luk 2:48)

Misdinar (Putra Altar). Muda-mudi Katolik (Mudika), Kelompok Karyawan Muda Katolik (KKMK), Kelompok Legio Maria, Persekutuan Doa Kaum Muda Katolik (PDKK) jumlah kaum muda seperti ini memang sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah kaum muda yang nongkrong di Mall, di pinggir jalan, di kafe dsb.

Perlu disadari bahwa mewartakan Injil/mewartakan kabar gembira keselamatan diperlukan semangat baru, cara baru dan uangkapan baru yang menyajikan kabar gembira/pewartaan injil sesuai dengan kondisi dan situasi yang kongkrit serta aktual.

Kaum muda diminta untuk menyalakan semangat ”Kerasulan” sebagai pelaksana amanat Yesus Kristus ”Pergilah ke seluruh dunia beritakanlah Injil kepada semua mahluk”(Mrk 16:15) kaum muda yang terlatih dalam doa dan iman haruslah menjadi rasul bagi kaum muda itu sendiri.

Merasul diantara orang-orang tua seperti yang dipraktekkan pemuda Yesus (Luk 2:41-52) untuk sebagian generasi muda memang sulit. Tetapi apakah sama sulitnya untuk merasul diantara kaum sebayamu? Sekarang ini zamannya bagi kaum muda untuk menjadi rasul bagi kaum sebayamu.

Memang masih banyak alasan/dalih dari kaum muda untuk menghindar dari amanat suci ini, bahwa kaum muda belum berpengalaman, belum banyak makan asam garam, masih hijau, belum pandai bicara depan orang banyak, belum banyak belajar tentang hidup. Kaum muda bisa saja dengan mudah meniru Yeremia yang ketika dipanggil Allah mengajukan dalih, ”Ah Tuhan Allah, sesungguhnya aku tak pandai berbicara sebab aku ini masih muda”(Yer 1:6)

Kaum muda sebaiknya meniru Yesaya yang sewaktu mendapat panggilan Tuhan untuk menjadi pewarta kabar gembira, menawarkan diri, ”Ini aku, utuslah aku”(Yes 6:8) Yang mendengar ungkapan ini mungkin mengatakan sombong, terlalu gegabah, tak tahu diri, dsb.

Yesaya yakin dan percaya bahwa Allah yang mengutus mereka menjadi rasul tentu akan menyertai mereka selama-lamanya dan itu benar. ”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir jaman”(Mat 28:19-20)

Pewartaan kabar gembira ini akan lebih berdayaguna dan berhasil bilamana kaum muda telah dibakar semangatnya dan telah dirubah rohnya dan diterangi jalan hidupnya. ”Roh yang sama seperti yang diterima oleh Petrus dan kawan-kawannya akan menyemangati kaum muda” (Kis 2:4)

Kaum muda harus akrab dengan; sabda Tuhan, Kitab Suci, pendalaman iman. Pengukuhan dan pemekaran iman bisa diperoleh lewat pergaulan yang akrab dan efektif dengan sabda Tuhan.

Dalam membawa warta gembira/keselamatan kepada kaum sebayamu, Allah telah menganugrahkan kaum muda hati yang terbuka, pikiran yang luas, menanggapi tugas yang suci ini oleh Yesus dipundak kaum muda, kaum muda tidak perlu gentar dan pesimis Allah telah mengaruniakan kaum muda Roh Kebijaksanaan, Roh Pengertian, Roh Penasehat, Roh kekuatan, Roh pengetahuan dan Roh Ibadat dan Roh Ketaqwaan.

Dan bahwa setiap pengalaman mestilah dimasukkan ke dalam kehidupan, guna memperkaya kehidupan itu sendiri. Karena tiada kata akhir untuk belajar, seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan (Annemarie Schimmel)

Membangun Optimisme Dalam Persektif Iman yang Hidup

Filed under: , by: GreenGrass


“Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal diantara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu kemari? (Mrk 9:19)

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai suatu anugrah yang diberikan oleh Allah yang Mahakuasa. Sangatlah sulit menebak-nebak masa depan dan sangatlah sulit membangun dan menumbuhkan harapan, karena masa depan masih berupa misteri.

Dalam Injil Markus 9:14-21, seorang anak kerasukan roh jahat, anak ini sangat tidak berdaya, dan ketika anak itu di bawa kepada para murid, para murid dalam hal ini dianggap sebagai “wakil” Yesus, para murid tidak dapat menyembuhkan anak ini (Mrk 9:18)

Di jaman sekarang roh yang sama ini telah merasuki kita manusia yaitu; roh cinta diri dan egoisme, roh kemalasan dan kelesuan iman, roh ketidakpercayaan, roh iri hati dan dengki, roh kemarahan dan kekerasan, roh ketidakadilan dan kecurangan, roh kemunafikan dan fitnah. Maka untuk mengusir roh kita perlu datang kepada Yesus, kita butuh persekutuan yang intim dengan Yesus agar roh-roh ini dapat keluar dari hati dan kehidupan kita. Karena hanya Yesus yang memiliki kuasa untuk mengusir roh-roh jahat ini.

Yesus mau dan mampu mengusir roh-roh jahat ini dari hati dan kehidupan kita dengan suatu syarat yang mutlak harus kita miliki. Syarat tersebut adalah :

  • Datang kepada Yesus dengan kepercayaan yang teguh (Luk 8:23)

  • Tidak ada keragu-raguan di dalam hati kita (Mrk 5:28)

  • Dengan iman tidak ada yang mustahil (Mat 21:21)

Iman ini lahir dari adanya rasa optimisme yang mendalam untuk mengadakan perubahan dan pembaharuan dalam kehidupan kita. Iman tanpa optimisme adalah iman yang pasif, kosong, pasrah dan tidak dapat menhsailkan apa-apa (Yak 2:14) Kalau kita beriman bearti kita bertahan dalam situasi-situasi yang sulit, sambil berusaha aktif mencari cara-cara baru menuju perubahan dan perbaikan.

Optimisme yang kita dapat dari iman kepada Yesus kristus merupakan modal dasar bagi kita memperjuangkan kualitas hidup kita dalam menghadapai krisis kepercayaan, keadilan, moral, dll.

Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan banyak air mata, tetapi inilah satu-satunya cara Tuhan untuk mengubah kita supaya keluar dari semua ini dengan optimisme dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Banyak pintu-pintu yang terbuka, apa yang membuat kita gagal? Karena kita hanya terpaku lama pada pintu yang tertutup dan tidak melihat pintu lain yang terbuka.

Let us do good for God still gives us the opportunity to do so.

Filed under: , by: GreenGrass


"Do not repay evil with evil, do what is good for everyone" (Rom 12:17)

Human beings are created in accordance with the image and likeness of God (Gen 1:26) In addition, human beings were created as social beings who can not live alone and isolated. As social human beings must interact with others in the community ties.

Sow-reap law will naturally experienced by Christians who live in the leadership of the Holy Spirit. The man who sowed the seeds of hatred one day later will reap the results of hatred. The man who sowed the seeds of love will soon be reaping the love and joy and peace.

Most people in this world repay kindness with kindness and evil with evil. But as Christians we are required to repay evil with good (Rom 12:17) that makes our life peaceful and prosperous. We do not need to remember mistakes, crimes, injustice, dishonesty, deceit and evil deeds of others. What we need to remember that the person is a creation of God and God created day and night, heat and rain just for the good and the bad guys.

In our country there is a lot of human tragedy and only love and sacrifice of Christ who can solve problems like this. In this country we find a lot of smart people, titled the many, many rich people, people rank a lot, but looking for generous people who rarely encountered. As someone who was robbed in the middle of the road between Jerusalem and Jericho, a priest over there, he ignored it. Through all the Levites he ignored these people. Though both men are religious Jews, the sacred scribes smart and rich. While the Samaritans who are considered low among the heathen, and have precisely humane compassion (Luke 10:25-37) We bear witness to others not only with words but with deeds. Indeed we act to prepare the way for our oral testimony.

We should not also act as scribes who wanted to justify himself and asked him who is my neighbor? (Luke 10:29) Jesus said clearly that the issue is not who my neighbor? But to whom we may become fellow human beings? Let us do good for God still gives us the opportunity to do so.

Those who can not forgive others destroys the bridge in its path. Hatred / resentment is not hurting people you do not like, but every day and every night in your life, the feeling that you are the soul. (Norman Vincent Peale)

Doa Novena Tiga kali Salam Maria

Filed under: , by: GreenGrass


“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35).

Singkatnya, novena adalah doa pribadi atau doa bersama selama sembilan hari berturut-turut yang dipanjatkan guna mendapatkan suatu rahmat khusus, memohon suatu karunia khusus atau menyampaikan suatu permohonan khusus. Novena berasal dari kata Latin “novem” yang artinya “sembilan”. Seperti tampak dalam definisi di atas, novena selalu menyiratkan adanya kepentingan yang mendesak.

Dalam liturgi Gereja, novena dibedakan dari oktaf, yang sifatnya lebih pada perayaan, entah sebelum atau sesudah suatu pesta penting. Misalnya, dalam penanggalan liturgi Gereja, kita merayakan Oktaf sebelum Natal, di mana pendarasan antifon “O” membantu kita mempersiapan diri menyambut kelahiran Juruselamat kita. Kita juga merayakan Oktaf Natal dan Paskah, yang meliputi hari pesta itu sendiri dan tujuh hari sesudahnya, guna menekankan sukacita misteri-misteri yang dirayakan.

Sulit ditentukan dengan tepat, asal mula novena sebagai bagian dari harta rohani Gereja. Perjanjian Lama tidak mencatat adanya perayaan selama sembilan hari di kalangan bangsa Yahudi. Sebaliknya, dalam Perjanjian Baru, pada peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus, Tuhan memberikan Perutusan Agung kepada para rasul, dan kemudian menyuruh mereka untuk kembali ke Yerusalem dan menunggu datangnya Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul dicatat, “Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama” (Kis 1:12, 14). Sembilan hari sesudahnya, Roh Kudus turun atas para rasul pada hari Pentakosta. Kemungkinan, “periode doa sembilan hari” yang dilakukan oleh para rasul inilah yang menjadi dasar dari doa novena.

Pada Abad Pertengahan, terutama di Spanyol dan Perancis, doa novena biasa dipanjatkan sembilan hari menjelang Natal, melambangkan sembilan bulan yang dilewatkan Tuhan kita dalam rahim Santa Perawan Maria. Doa novena khusus ini membantu umat beriman mempersiapkan diri merayakan dengan khidmad kelahiran Tuhan kita. Lama-kelamaan berbagai macam novena disusun guna membantu umat beriman mempersiapkan diri menyambut suatu pesta istimewa atau guna memohon pertolongan seorang kudus dalam suatu masalah tertentu. Beberapa novena populer yang secara luas biasa didaraskan di Gereja kita adalah Novena Medali Wasiat, Novena Hati Kudus Yesus, Novena Roh Kudus, Novena St Yosef, Novena St Yudas Tadeus, dan lain sebagainya.

Sejak SMP saya sudah berdoa Novena, yaitu Novena 3X Salam Maria dan Puasa 9 hari, saya berdoa Novena pagi pukul 06:00 atau pukul 18:00 dan pukul 00:00, yang sering saya lakukan berdoa Novena pada pukul 06:00 atau 00:00 puasa 9 hari. Dan bila doa Novena ini terkabul harus diumumkan di Gereja.

Ambilah waktu untuk berdoa, karena itu adalah sumber ketenangan

Sumber : Rm. William Sounders

Arti Sebuah Kepemimpinan

Filed under: , by: GreenGrass


“Akulah gembala yang baik. Sebagaimana Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku dan mereka pun mengenal Aku. Aku mengorbankan nyawa untuk mereka. 16Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak termasuk dalam kawanan ini. Aku juga harus memimpin mereka dan mereka akan mendengarkan suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala”.(Yoh 10:14 – 15)

Alexander Great yang dikenal dengan nama Iskandar Zulkarnain, adalah raja Romawi yang sangat terkenal kepemimpinannya. Sewaktu Iskandar memimpin pasukannya melintasi gurun pasir ayang panas dan kering. Setelah hampir 2 minggu berjalan ia dan pasukannya kelelahan dan hampir mati karena kehausan. Tetapi Iskandar tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan penuh semangat. Pada siang yang panas terik 2 orang pasukannya datang menemui Iskandar dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil disebuah kolam air yang telah kerontang. Kolam air itu telah kering dan hanya ada sedikit air yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air untuk seluruh pasukan. Melihat hal ini Iskandar membuang air itu ke gurun pasir.
Sang Raja berkata, ”Tidak ada gunanya bagi seseorang untuk minum disaat banyak orang sedang kehausan”.
Terlihat jelas tujuan Tuhan Yesus datang ke dunia ini, yaitu supaya setiap yang percaya kepadaNya memiliki hidup dan memilikinya dalam kelimpahan. Aku adalah gembala yang baik, kata Tuhan Yesus. Seperti gembala yang baik, Kristus akan memperhatikan kehidupan orang yang percaya kepadaNya. Dia mengenal mereka satu-satu secara pribadi, nama mereka, keluarga mereka, tempat tinggal mereka, kisah hidup mereka dan semua pergumulan mereka. Sehingga Yesus benar-benar mengerti dan mampu memberi kelegaan dan makanan bagi jiwa setiap orang yang percaya. Yesus juga menjaga dan melindungi mereka dari semua musuh.
PERBEDAAN BOS DAN PEMIMPIN
SEORANG BOS:
- Menciptakan rasa takut dalam diri stafnya
- Tahu bagaimana suatu pekerjaan harus dilakukan
- Mengandalkan kekuasaan
- Menyetir
- Menyalahkan
- Akhirnya menyebabkan dendam bertumbuh.
- Membuat pekerjaan menjemukan.
- Melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan.
SEORANG PEMIMPIN:
- Membangun kepercayaan
- Tahu bagaimana karier harus ditempa
- Mengandalkan kerja sama
- Memimpin
- Menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan.
- Memupuk antusiasme yang bertumbuh
- Membuat pekerjaan menarik
- Melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staf yang bersatu padu.
Pada saat kelaparan, seorang pemimpin paling dulu lapar, dan pada saat ada makanan seorang pemimpin terakhir kenyang

Demikian kepemimpinan itu, kita tidak bisa memperlakukan orang-orang yang kita pimpin sebagai alat untuk mencapai tujuan kita. Kita harus menunjukkan ketulusan dan keteguhan diri dengan sama-sama merasakan apa yang orang-orang kita pimpin rasakan.

Displin Diri

Filed under: , by: GreenGrass


“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi”. (1 Kor 9:25)

Displin berasal dari kata “Disciple” yang bearti “murid yang taat mengikuti ajaran gurunya. Displin adalah sikap perilaku dan kebiasaan-kebiasaan tertentu dari manusia untuk mengikuti/menjalankan tanggungjawab atas norma-norma/ketentuan yang berlaku di lingkungan sosialnya.

Displin adalah bentuk pengakuan terhadap hak dan keinginan orang lain dan mau mengambil bagian dalam memikul tanggungjawab social secara manusiawi (Zainun Mu’tadin, Spsi, Msi)

Untuk membentuk manusia yang berdisplin tinggi pada tataran individu harus harus dibentuk displin yang kuat (mencakup penguasaan diri, ketekunan dan konsistensi). Dengan terbentuknya displin diri, maka seorang pribadi yang mampu menghimpun dan memfungsikan segenap potensi yang ada pada dirinya untuk mengikuti, menjalankan dan bertanggungjawab atas aturan/norma yang ada disekitarnya.

Displin diri mencakup penguasaan diri dan penguasaan dalam segala hal. Displin diri (self discipline) harus dimiliki sejak dini dan dilatih dijalankan secara konsisten. (mis: bangun pagi jam 05:00 ini dilakukan secara terus-menerus, dilakukan secara sadar) dan memang mengalami kesulitan dan memang ada pemberontakan bathin diawal, tetapi bila dilakukan secara konsisten maka akan menjadi suatu kebiasaan yang baik, dan mengakar secara kuat.

Tanpa displin diri kita akan berhadapan dengan banyak hal yang mungkin tidak bisa kita capai. Mungkin kita bergerak sebentar dengan mengandalkan semangat, kecerdasan dan hasrat. Tetapi cepat/lambat kita akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa kita raih tanpa adanya displin.

Kita cendrung menganggap displin dalam term negatif, yang ditempatkan bertetangga dengan kata ”hukuman”. Namun sadarkah kita bahwa satu-satunya displin yang negatif hanya bila itu dilakukan oleh orang lain kepada kita. Displin diri sebaiknya adalah sepenuhnya positif dan mendukung.

Displin Kristen adalah menjadi murid yang taat dan setia mengikuti ajaran guru-Nya (Yesus) dan hanya melakukan yang dikehendaki gurunya bukan kehendaknya sendiri. Orang yang memiliki displin yang kuat, pasti memiliki penguasaan diri yang baik pula. Kalau sudah memiliki penguasaan diri (self control) yang baik, maka kita akan setia menjalankan dan bertanggungjawab terhadap aturan-aturan/norma yang berlaku di lingkungan kita. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh kekuatan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”.(2Tim 1:7)

Apakah kita memilih : kita mengabaikan displin diri dan menunggu didisplinkan orang lain, yang terkadang keras dan menyakitkan atau kita mau mendisplinkan diri yang akan dibayar oleh banyak kesuksesan

Belajar Mendengar

Filed under: , by: GreenGrass


“Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar”, (Yes 42:20)

Mampu mendengar adalah sesuatu yang sulit, lebih mudah untuk berbicara dan berteriak tentang kepentingan diri sendiri, padahal Tuhan menciptakan dua mata untuk melihat, dua tangan untuk memegang, dua kaki untuk berjalan, dua telinga untuk mendengat dan satu mulut untuk bicara. Maka kita diharapkan untuk lebih banyak melihat, lebih banyak mendengar namun sedikit berbicara.

Hal yang paling banyak menyita pikiran, perhatian, dan energi kita adalah kepentingan kita yang egosentris. Vested Interest kita dibidang karier, materi, jabatan dasb.Merupakan penggerak utama seluruh pekerjaan dan upaya-upaya yang kita lakukan. Sangat jarang kita melakukan sesuatu tanpa pamrih (dalam arti kepentingan sendiri). Biasanya kita cendrung egois, hanya diri kita sendirilah yang yang paling berhak untuk didengar dan dimngerti oleh orang lain.

Dalam hidup ini kita harus lebih banyak mendengar, mendengar bukan hanya sekedar mendengar (mendengar mobil lewat, musik) tapi kita dituntut mendengar dengan hati, mendengar denagn empaty dan menempatkan pihak yang kita dengar sebagai orang yang patut dihargai, diperhatikan, dihormati. Mendengar yang benar adalah mendengar dengan hati nurani, memahami, memikirkan, mencari, memutuskan untuk berbuat sehingga dapat melegakan sesama.

Untuk menjadi pendengar yang baik kita perlu belajar dan berlatih, kita perlu mendengar dulu pendapat orang lain, kita perlu melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain.

Bila kita sudah mampu mendengar, menyadari, menemukan, melihat kebutuhan dan kesusahan orang lain, maka kita sudah bisa menjadi pendengar sejati.


Tutuplah mulutmu maka orang tidak tahu seberapa tahunya kamu, tapi bukalah mulutmu maka orang tidak meragukan ketidaktahuan kamu.

Kadang kita dapat mengatasi sebuah situasi sulit hanya dengan bersedia memahami orang lain. Sering yang paling dibutuhkan oleh seseorang adalah mengetahui bahwa ada orang lain yang peduli tentang bagaimana perannya dan berusaha memahami posisi mereka.

”Seekor burung hantu yang bijaksana duduk disebatang dahan. Semakin ia banyak melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu?” (Edward Hersey Ricards)

Memberi Dengan Hati

Filed under: , by: GreenGrass

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapa adalah murah hati “(Luk 6:36)


Bila tak seorangpun berbelas kasih pada kesulitan kita, tak seorang yang mau merayakan keberhasilan kita, tak seorangpun yang bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apapun pada diri kita. Jangan dimasukan ke dalam hati, manusia selalu disibukkan oleh kepentingannya sendiri. Kita tidak perlu memasukkan itu kedalam hati, karena hanya menyesakkan dan membebani langkah kita. Ringankan hidup kita dengan memberi pada orang lain.

Berdirilah di depan jendela, pandanglah keluar. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa kita berikan pada dunia ini. Pastikan ada alasan yang kuat mengapa kita hadir disini? Bukan untuk merengek/meminta dunia menyanjung kita. Keberadaan kita bukan untuk kesia-siaan. Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk mengemburkan tanah. Dan sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung.

Alangkah hebatnya kita dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya terwujud bila kita mau memberi.

Hati manusia semakin keras bagai batu, kalau kita menonton TV, membaca Koran kekerasan membudaya. Disaat seperti ini sabda Tuhan sangat menantang, kita diajak untuk bermurah hati. Kemurahan hati yang benar tidak bersumber pada diri sendiri, tetapi bersumber dari Allah Bapa kita yang murah hati.

Dalam diri Yesus kemurahan hati Allah menjadi semakin jelas. Allah datang dan melangkah masuk ke dalam seluruh eksistensi manusia. Ia melihat penderitaan manusia dengan menggunakan mata seorang manusia, Allah merasakan penderitaan manusia dengan menggunakan perasaan manusia.

Kalau kita lapar dan haus, kita tidak lapar dan haus sendirian kita memiliki Tuhan Yesus yang pernah lapar dan haus juga. Kalau kita sedih dan menangis, kita tidak menangis dan sedih sendirian kita memiliki Tuhan Yesus yang pernah menangis dan sedih di tepi kubur sahabat-Nya. Kalau kita merasa difitnah, kita tidak merasa difitnah sendirian karena Tuhan Yesus juga mengalami difitnah. Kalau kita disangkal oleh teman dan sahabat, kita tidak disangkal sendirian, Tuhan Yesus juga mengalami disangkal oleh murid terbaik-Nya.

Kemurahan hati juga membuat kita dapat mengerti orang lain, kita memberikan perhatian, simpati, pertolongan dan bantuan seperti yang dibutuhkan oleh orang tersebut. Kita melihat orang lain dengan menggunakan kacamata orang tersebut. Apabila kita tidak dapat memberikan kebaikan dengan kekayaan kita, berilah mereka kebaikan dengan wajah yang berseri-seri dan senyuman yang tulus.


Kasih karunia Allah selalu sesuai dengan yang kita butuhkan.

Kebahagian adalah tergantung pada apa yang dapat kita berikan, bukan pada apa yang dapat kita peroleh

Mengucap Syukur Dalam Segala Hal

Filed under: , by: GreenGrass

“Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya menjadi tahir? Dimanakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah diantara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini? (Luk 17:17-18)

Memang terkadang sulit bagi kebanyakan dari umat pilihan Allah untuk selalu bersyukur dan berterima kasih atas berkat sehari-hari yang membuat kita bisa bangun pagi, bisa mandi, sarapan pagi dan menikmati secangkir kopi, kesehatan yang prima, hari yang indah, hidup yang lega dan menyenangkan.

Allah telah melimpahkan kebutuhan-kebutuhan kita sehingga kita tidak merasa kekurangan, tersedianya makanan dan minuman, tempat berlindung, kebersamaan dengan keluarga, tetangga, teman sejawat.

Terkadang pada saat tertentu kita bahkan lupa akan kemurahan hati Allah yang sangat menakjubkan lewat anugrah penebusan-Nya. Sembilan dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus, tidak kembali untuk memuliakan Allah. Hal ini bisa saja terjadi dengan kita umat pilihan , dengan alasan-alasan tertentu kita bisa lupa berterima kasih dan mengucap syukur serta memuliakan allah

Bahkan ada yang berpikir bahwa tindakan-tindakan saleh kita seperti; berdoa, bernyanyi, beribadah, membaca kitab suci dilakukan sebagai sarana pengaman untuk menghindari hukuman dari Allah. Bila kita berpikir demikian maka kita akan memiliki motivasi yang keliru.

Dalam melakukan sesuatu bagi Allah, pemikiran semacam ini hanya membuat kita memuji Allah, berdoa demi kepentingan pribadi. Yang lebih utama penyembahan kita kepada Allah tidak dilakukan untuk mendapat keuntungan, namun setiap pemikiran/tindakan pengagungan, rasa syukur dan terima kasih harus keluar dari rasa hormat dan rasa ketergantungan hidup kita kepada Allah.

Jika kita mengarahkan hati, perhatian dan pikiran kita kepada Allah, pasti kita akan beruntung. Jangan biarkan kepentingan pribadi kita menjadi dasar motivasi kita bersyukur dan memuji serta memuliakan Allah. Paulus dan Silas meskipun dipukul, dipenjara, dipasung masih dapat menyanyi puji-pujian kepada Allah (kis 16:25)

Marilah kita belajar dari Paulus dan Silas, apapun situasi dan kondisi kita baik dalam; susah dan senang, sehat dan sakit, untung dan malang, bahagia dan sengsara, kita senantiasa mengucap syukur dalam segala hal.

Friends

Filed under: , by: GreenGrass

Double check your friendships that have been built, and recalling the friendships you will ever knit. Is there still lies the braids? or have broken down over time? Worked hard, worked his way up and far away does not mean that separate us from the friendship.

Some people say that a leader's friends quiet, always doing things themselves. Indeed towering trees stand alone. Low growing shrubs with bushes, so this life we live. Do not confuse your career andadengan proper life. Friendship is a part of your life. Sharing stories, experiences, sadness, joy, success measures can best strengthen the friendship. The wise say that the friend is one soul in different bodies, and your closest friend is your family. Maybe it was, why friendship lighten your load, because in friendship there is no calculation. There you can learn to avoid the things that you do not agree and always look for the things that you agree.

That's the power of friendship. "The most vulnerable people are those who are unable to make friends, but weaker than it is to people who have lots of friends but wasted it" (Ali bin Abu Talib)

"A friend put you every time, and a brother in the lurch "(Prov 17:17)

A friend provided her chest where you rest your head when you're sad, and providing shoulders to lift you when you celebrate your victory.

Friends of the soul needs to be met. "He was the heart fields, which you sprinkle with love and you fertilely with gratitude.

And he's also the your shade, and heating, because you forgot over the hearts and find the soul needs of peace" (Khalil Gibran) A friend does not walk in front of you because he is not your leader, a friend not to walk behind you, because he was following, a friend walked be side you, because he is always with you. If you jumped off a cliff, he did not jumped with you but he'd be ahead in the bottom of the cliff to catch you so you do not fall on the ground.

The greatest secret in life is to pass this day with the meaning of love, science and faith, because the love life more beautifully, with the easier life sciences, with the focus of fith a life.
A friend is one who gives you the spirit of the time you get discouraged. A friend is one who fills your life with beauty, joy, honor and makes the whole world where your living place more beautiful and happy.

4 Pilar Dalam Membangun Keluarga

Filed under: , by: GreenGrass

Saya: YULIUS KULEH, Yulius diambil dari nama Paus Julius I dan lahir 04 Juli 1970, Kuleh nama kecil dalam bahasa Dayak Bahau adalah Macan dahan.
Saya anak tunggal, ayah saya meninggal pada saat saya berusia 8 bulan, saya sangat dekat dengan Ibu saya, saya tumbuh menjdi pemuda yang penurut dan patuh, saya pintar masak, bahkan sampai membuat kue-kue saya pun bisa. Pekerjaan rumah yang paling saya suka adalah mencuci piring, kalau saya menjemur pakaian, pakaian yang sama dan warna yang sama saya jemur dalam satu barisan. Saya tidak pernah tahu seperti apa wajah ayah saya,, kata orang saya sangat mirip dengan ayah saya, makanya ayah saya cepat meninggal, buat saya semua yang terjadi pada saya adalah rencana Allah yang terindah. Saya rajin belajar, membaca buku apa saja, namun saya sangat suka mengkhayal, karena menurut saya mengkhayal adalah pekerjaan yang tidak merugikan, menyakiti, menyinggung dan mengganggu orang lain.

Di sekolah saya cukup berprestasi, pada tahun 1987 saya terpilih mengikuti CEPAT TEPAT tingkat SLTA se-kaltim walaupun kalah dari sekolah lain saya sangat senang karena bisa ditayangkan di TVRI stasiun Balikpapan dan sekaligus saya sangat sedih karena ayah tidak bisa melihat dan menyaksikan saya di TV, dan seandainya beliau hidup pasti beliau bangga memiliki putra yang baik, cerdas, rajin dan penurut. Ibu saya menikah lagi dan dikarunia 3 anak perempuan dan hubungan kami baik.

Pada Juli 1995 saya mudik mengunjungi keluarga, nenek, paman dan bibi. Ketika saya tiba paman dan bibi mengadakan syukuran dan yang diundang semua gadis-gadis sekampung, Dan di tunjuk seorang gadis yang mungil berambut panjang, saya katakana, “saya sudah punya pacar”. Kata nenek, “kalau kamu menikah di sini, kamu pasti datang ke sini mengunjung keluarga isterimu, dan pasti bertemu dengan kami, kamu hanya satu yang masih dilihat, ayahmu sudah tiada”. Mendengar kata nenek saya jadi sedih juga, akhirnya saya menerima tapi dengan syarat: katolik, minimal SMA, bisa saya bawa ke tempat saya bekerja, baik hati. Dan ternyata gadis ini katolik, baru selesai wisuda, dan mau mengikuti saya dan baik hati, rajin. Yaa gimana lagi…saya tidak ada alasan lagi. Dua hari kemudian diadakan acara tukar cincin, yang dihadiri Kepala Adat, Ketua Umat, semua keluarga bahagia, terutama nenek, yaa…. Tanggal 16 Februari 1996 saya menikahi Yustuna Juwina, upacar pemberkatan nikah dipimpin Pastor Sinema, MSF, tanggal 20 kami pulang ke tempat saya bekerja, kami menyewa bangsal petak kecil, kami memulai hidup dari nol.

Membangun keluarga tidak perlu pacaran bertahun-tahun, yang penting memiliki komitmen bahwa perpaduan cinta suami dan isteri ditingkatkan menjadi Sakramen, sakramen Perkawinan dimana lembaga keluarga adalah lembaga yang didirikan oleh Allah sendiri. (Kej 1:28)
Didalam membangun keluarga dibutuhkan 4 pilar yang kokoh:
1. Dinamis: Membangun kelurga dinamis, selalu berkembang, dulu saat masih bujangan, kita sendirian bebas kemana saja kita suka, mau makan dimana saja, sabun mandi satu batang cukup sebulan, pasta gigi satu cukup untuk lima bulan kalo jarang menyikat, begitu gajian uang langsung habis tidak masalah. Pada saat membangun keluarga, kita sudah berdua, saat mau pergi kita perlu pamit sama isteri, kalau mau makan yaa berdua, sabun tidak cukup satu batang sebulan, kita tidak boleh tidak ada uang sama sekali, mungkin ada kebutuhan mendadak. Berikut kita mempunyai anak, yang juga butuh biaya perawatan, kasih sayang, perhatian, kini perhatian isteri terbagi antara suami dan si buah hati, isteri harus momong, sehingga tidak sempat membuat sarapan, menyiapkan pakaian kerja, dsb.
2. Peduli: Membangun keluarga dibutuhkan kepedualian yang tinggi, kita harus peduli pada isteri, anak seperti kita peduli pada diri kita sendiri, baik kebutuhan jasmani maupun rohani isteri dan anak (sandang, pangan, papan dan perhatian dan kasih sayang) saat di kantor kita telpon isteri menanyakan sesuatu walaupun itu tidak penting tapi itu adalah bagian dari sikap peduli kita.
3. Intergritas: Membangun keluarga dibutuhkan kejujuran, jujur adalah sikap yang tidak suka berbuat curang, perilaku yang tidak suka berkata bohong, suka berkata apa adanya. Suatu saat kejujuran kita diuji, yang paling sulit adalah jujur pada diri kita sendiri karena hanya kita yang tahu dan jujur kepada Tuhan karena hanya Tuhan yang tahu dan yang tidak dilihat orang. Setia yaitu sikap yang rela berkorban tanpa mengeluh, suami rela membantung tulang, diterik panas dan didinginnya malam. Rendah hati yaitu suami dan kepala keluarga yang gagah perkasa berotot mau membantu isteri memcuci pakaian mencuci piring dan mengantikan popok sibuah hati yang basah.
4. Kebersamaan: Membangun keluarga dibutuhkan kebersamaan, mulai dari sarapan pagi, makan siang, makan malam harus senantiasa bersama-sama, memecahkan masalah bersama-sama, menentukan rencana dibicarakan bersama (Sapulidi itu kuat apabila diikat dalam satu ikatan besar-pepatah lama) kalau saya pulang kerja lambat, isteri harus menemani saya makan. Saya tidak mau makan diluar, karena saya makan enak di restoran sementara isteri dan anak saya makan seadanya di rumah, dan kalau saya mendapat makanan apa saja saya selalu bawa pulang untuk dimakan bersama-sama., dan ke manapu saya selalu bersama keluarga.

Sepanjang pernikahan saya sudah hampir 14 tahun, isteri saya tidak pernah meminta sesuatu yang berlebihan dan kalau ada uang saya selalu menyuruh ia beli apa yang ia suka. Kami berdua dikaruniakan 2 orang putra yang sehat jasmani dan rohani, memiliki akal budi yang cerdas. Putra pertama kami: Antonius Delano Christian Kuleh, dan putra kedua kami: Paulus Theodore Christian Kuleh (karena saya lahir 04 Juli hari jadi Negara Amerika dan saya pengagum presiden Amerika Delano Roosevelt dan Theodore Roosevelt)

Bagi saya hidup ini adalah anugrah yang harus disyukuri, apapun kita dan jadi apapun kita, apapun yang kita miliki kita harus mensyukurinya. Yang paling jelek dari manusia adalah tidak mensyukuri apa yang dimilikinya, tetapi selalu menyesali apa yang belum ia punya. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tes 5:18)

Bila kita tidak bisa menjadi pohon yang menjulang tinggi, maka jadilah rumput hijau yang indah dan sejuk dipandang mata.

Kudusnya Perkawinan dan Indahnya Kesetiaan

Filed under: , by: GreenGrass

Sejak awal mula Allah menghendaki persatuan antara pria dan wanita, yang diwujudkan secara mendalam di dalam Perkawinan. Perkawinan ini dimaksudkan Allah untuk menggambarkan kasih-Nya, yaitu kasih dalam kehidupan-Nya sendiri sebagai Allah Tritunggal, kasih-Nya kepada manusia yang tak pernah berubah. Keluhuran Perkawinan juga dinyatakan oleh Kristus, yang mengangkat nilai Perkawinan dengan menjadikannya gambaran akan kasih-Nya kepada Gereja-Nya. Karena itu Perkawinan Katolik bersifat tetap seumur hidup, setia, monogami, terbuka terhadap kelahiran baru. Dengan memiliki ciri-ciri yang demikian, Perkawinan merupakan ’Sakramen’, yaitu tanda kehadiran Allah di dunia, sebab sesungguhnya Allah menggabungkan kasih suami istri dengan kasihNya sendiri kepada umat manusia. Perkawinan melibatkan tiga pihak, yaitu, suami, istri di atas segalanya, Kristus sendiri.

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.(Ef 5:22-24) Isteri melayani keperluan suami dan anak-anak, menyiapkan sarapan, pakaian kerja bagi suami, segaram sekolah bagi anak-anak dengan penuh cinta dan tulus. “Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya”(Ams 12:4)

Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.(Ef 5:26-28)

Suami harus memberikan 2 hal yaitu :
1. kesetiaan : suami harus jujur, terbuka, tidak menyimpan rahasia terhadap isteri, menjaga perasaan isteri, memberikan motivasi pada saat isteri mengalami down mental, tidak berbuat semena-mena, tidak mabuk-mabukkan, tidak main judi, tidak mendua hati dan mengasihi isteri seperti suami mengasihi dirinya sendiri.
2. tanggungjawab: suami harus memberikan uang belanja yang cukup sehingga isteri dapat membeli semua keperluannya (pakaian, make-up, perhiasan dan keperluan rumah tangga) Sebuah apel akan sangat segar apabila dibelah 4 dan dimakan bersama isteri dan dua putra anda. Dan sekaleng sprite akan lebih nikmat apabila dimunum berempat dengan isteri dan dua putra anda. Betapa lezatnya satu kotak nasi bila anda makan bersama isteri dan dua putra anda. Dan bila semua itu anda lakukan dengan iklas, maka anda akan merasakan sesuatu yang luar biasa indah

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.(Ef 6:4) Orangtua harus menjaga, merawat, mendidik anak dengan penuh; tanggungjawab, kesetiaan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan pengabdian yang tulus.

Nilai manusia, bukan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup, bukan apa yang diperoleh, melainkan apa yang telah diberikan; bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuhan kepadanya.(Ministry)

Mengasuh Anak adalah Sebuah Pelayanan

Filed under: , by: GreenGrass

“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-menghalangi mereka, sebab orang seperti itulah yang empunya kerajaan Allah”. (Mrk 10:14)

Di Negara kita setiap tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari Nasional “Hari Ibu” melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959, Presiden RI Ir Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu karena peranan ibu sangat penting dalam keluarga dan tidak bisa tergantikan sepanjang masa.

Sebagai isteri, ia memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mengatur dan mengelola rumah tangga, menjaga, mengasuh dan membimbing anak-anak. Memang ia terkadang seperti pekerja harian yang bekerja serabutan, semua pekerjaan di rumah ia kerjakan. Bayangkan saja bila ia tidak ada, semuanya akan menjadi sesuatu yang sulit.

Ibu membantu memperkuat pondasi mental dan moral anak-anak, ia sangat berperan dalam pembangunan mental dan moral anak-anak (Mental attitude developing) dalam masa-masa perkembangan anak. Dalam masa ini kedekatan seorang ibu dengan anak-anak sangat menentukan dan curahan kasih saying seorang ibu sangat dibutuhkan.

Untuk membangun anak memiliki mental dan moral yang baik dibutuhkan kedekatan, keteladanan, kesabaran dan dalam proses yang terus-menerus. Sebagai orangtua yang dipercayakan oleh Allah untuk menjaga, mengasuh, merawat, mendidik, menjamin masa depan anak, maka orangtua bertanggungjawab membangun pribadi anak-anak menjadi pribadi yang penuh tanggungjawab, tangguh dan penuh daya juang yang tinggi.

Namun akhir-akhir ini kita melihat di TV, membaca di Koran banyak terjadi kekerasan yang dilakukan oleh ibu terhadap anaknya, bahkan ada ibu yang tega membuang bayinya. “Kata yang paling indah dibibir umat manusia adalah kata “IBU” dan panggilan yang paling indah adalah IBUKU, ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis yang keluar dari kedalaman hati”. (Khalil Gibran)

Mengasuh anak adalah sebuah pelayanan, pelayanan yang sangat penting, maka mengasuh anak harus dilakukan dengan professional, mengasuh anak adalah rahmat maka harus dilakukan dengan penuh rasa syukur, mengasuh anak harus benar, tulus, penuh tanggungjawab, sukacita, cinta sehingga tidak ada lagi kekerasan terhadap anak.

Dalam mengasuh anak orangtua cukup memberikan 2 hal yaitu susu dan madu. Memberikan susu mudah yaitu memberikan makanan yang enak dan bergizi, mainan yang mahal, sepatu yang indah, baju yang bagus, tas yang cantik, dsb. Namun memberikan madu adalah sulit, yaitu memberikan contoh dan teladan hidup, perilaku yang baik dan benar, jika anak hidup kasih sayang maka ia belajar menyayangi, menghormati dan menghargai orang lain. Memberikan segenggam teladan sama besarnya dengan segudang nasehat.

Mengasuh anak adalah tugas mulia, dimana kita melanjutkan karya penciptaan, merawat, menjaga, membimbing, dan mendidik anak. Semoga para ibu dimampukan untuk mengasuh anak dengan penuh kecintaan, semangat, integritas dan tanggungjawab.

Kerja adalah Cinta yang Nyata dan Kasih yang tampak

Filed under: , by: GreenGrass

Kita orang Indonesia adalah pekerja yang tangguh, sebagai petani yang tekun, tukang batu yang kuat, nelayan yang ulet, sebagai tukang bangunan yang tangguh, pekerja lepas pantai yang berani, tukang sampah yang penuh pengabdian, buruh tambang yang tahan membanting tulang. Semua pekerja ini rela membanting tulang , kerja berat, ditengah panas dan dingin malam.

Kekuatan apakah yang mendorong mereka dan kepada siapakah mereka harus mempersembahkan hasil kerja mereka? Mereka mempersembahkan hasil kerja mereka kepada; keluarga, masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka, alam yang mengasuh mereka, masa depan yang sejahtera dan kepada hati tempat cinta itu mengalir.

Dengan bekerja yang tekun, rajin, berdisplin yang tinggi kita telah melaksanakan amanat dan meneruskan karya penciptaan Allah. Allah telah bekerja selama 6 hari dan menguduskan satu untuk beristirahat. Kita bekerja sesuai aturan dimana kita bekerja, kita bekerja selama 5 hari dan kita off (istirahat) 2 hari. Hanya orang yang rajin dan cekatan dan displin yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan dan kenaikan gaji. ”Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang yang rajin menjadikan kaya”(Ams 10:4)

Dalam bekerja kita harus berlaku jujur dan benar, sehingga tercermin integritas pribadi yang utuh. Jujur adalah orang yang tidak suka berkata bohong, suka berkata apa adanya, jujur pada diri sendiri, jujur kepada Tuhan, tidak suka berlaku curang (Budi Pekerti Luhur – Prof. Eddy Setiawati) ”Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui”(Ams 10:9)

Sebagai pekerja kita mempersembahakan hasil kerja untuk kesejahteraan keluarga, masa depan anak-anak kita dan demi kemuliaan Tuhan. Apapun tugas hidup kita, kita harus melakukannya dengan baik, apapun tugas dan pekerjaan kita kita harus melakukan dengan penuh rasa tanggung jawab, kalau kita hanya bekerja dengan malas, tidak displin, tidak bertanggung jawab, tidak jujur dan tidak setia lebih baik duduk di pnggir jalan sambil melihat orang-orang yang bekerja dengan penuh sukacita.

Didalam bekerja kita harus dinamis dan berkembang dan mencari pengetahuan/imu-ilmu baru dan terus belajar. Kita harus berani menerima kritik dan saran dari orang lain/rekan sejawat. Kita harus membrikan nasihat/saran-saran kepada siapa saja yang memerlukan. Kita harus berani membuka diri untuk bekerjasama dengan siap saja.

Apapun tugas dan pekerjaan kita, kita harus melakukan dengan sangat baik, karena orang yang belum lahir dan yang sudah mati tidak dapat melakukannya sama baik dengan kita yang masih hidup. (Franklin Delano Roosevelt)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories