Kesaksian - Istri Kejam yang Menyiksa Buah Hatinya Sendiri

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Istri Kejam yang Menyiksa Buah Hatinya Sendiri


Kebahagiaan Mui Ha hanya seumur jagung. Setelah anak pertamanya lahir, Mui ha berubah menjadi sosok wanita yang keras. Anaknya pun sering menjadi korban kemarahannya.

"trus anak 9 bulan aja kalo nangis saja saya pukul. Saya cubit. Dasar anak gak berguna, kalo tahu mah gw matiin saya bilang gitu. Udah saya marah-marah, saya lempar anaknya ke kasur," ujar Mui Ha mengawali kesaksiannya.

Namun, keberingasan Mui Ha tidak cukup sampai disitu. Saat anaknya pertama semakin besar, sedikit kesalahan yang dibuatnya akan berakibat fatal.

"Saya tanya kenapa lis, bisa tumpah. Dia jawab gak tahu, tahu. Tanyain gak tahu, spontan saya angkat kemoceng, saya pukul dia. Saya bilang dasar anak gak berguna. Semua perkataan gak bener, saya ucapkan ke dia,"

Saat anaknya tidak mau mengaku, Mui Ha semakin ganas menyiksanya.

"Pertama, saya gigit kupingnya sampai berdarah. Walaupun dia sudah minta ampun, tetap aja dia saya pukul. Sambil pukul, sambil membayangi muka wajah mama saya".

Sejak lahir, Mui ha tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Kehadirannya selalu ditolak oleh ibu kandungnya.

"Kalau saya panggil dia mama, dia tidak pernah nyahutin. Kalau saya dekatin, dia selalu dorong. Saya gak pernah diberi kesempatan dekatin dia, apalagi kalau saya sakit panas atau apa, mama selalu bilang begini, "kamu sakit itu kamu sendiri yang mau. Mati aja, ga pa pa. Lo anak yang lebih. Kalau gw ga ngelahirin lo, ga suka begini," Pas lahirin saya, mama terus sering sakit, kena musibah" kata Mui Ha sambil menahan tangis.

Beranjak remaja, hidup Mui Ha sedikit pun berubah. Seringkali dia dipersalahkan untuk hal yang tidak ia lakukan.

Suatu waktu, adik Mui Ha menangis karena menginginkan kue. Mendengar tangisan, kakak Mui Ha langsung mendatanginya dan menampar hingga pipinya berdarah. Tanpa terlihat iba, kakak Mui Ha menyuruh dirinya untuk mengkumur-kumur bibirnya yang berdarah dengan air garam agar darahnya berhenti. Ia pun menuruti perintah tersebut.

Penderitaan Mui belumlah selesai. Ketika ia membantu adiknya yang sedang terjerumus ke sungai, Mui Ha malah dimarahi oleh kakaknya sendiri yang tidak jauh dari situ. Bahkan saat mamanya sampai di tempat dimana dia dan saudarinya sedang bermain, ibu Mui Ha langsung marah-marah melihat kondisi adik Mui Ha yang penuh lumpur.

Tanpa basa-basi, sang ibu pun langsung menghajar dirinya. Tangisan dirinya, tidak membuat mamanya diam atau mengurangi pukulannya. Malah, saat dirinya minta ampun, malah kata-kata yang kurang pantas keluar dari mamanya sambil terus memukul dirinya yang sudah menderita.

Namun, siksaan yang diterima Mui Ha dari ibunya semakin hari semakin parah dan merajalela. Bahkan, di depan mata ayahnya, sang ibu tega memukul dirinya tanpa alasan.

"Memang saya mandi di sungai agak lamaan karena saya mencari ikan untuk lauk buat makan. Jadi mungkin karena kelamaan atau apa, saya juga tidak tahu. Saya udah naik dari sungai, saya masuk ke dapur tahu-tahu dari belakang mama tarik rambut saya, dijenggut langsung dipukul, dihajar dengan kayu sebesar batang senter sampai diri saya terkencing-kencing disitu. Papa yang melihat hal itu, hanya merangkul saya," ujarnya. "Melihat diri saya dirangkul papa, mama malah bertambah kasar. Papa pun segera keluar dari situ dan tidak berapa lama kemudian datang membawa golok. Bukannya takut, malah perkataan mama semakin menyakitkan dan berkata kepada papa agar membawa saya pergi dari rumah mereka," lanjut Mui Ha.

Kebencian Mui Ha terhadap ibunya sudah memuncak, sebuah tindakan gila menantang sang ibu siap ia lakukan.

"Saya bilang, "awas lho ma. Kalau saya sudah jadi orang kuat, saya akan bunuh mama di depan papa. Dan kalau mama mati, saya tidak akan tangisin mama."

Mui Ha tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan hancur di tangan ibunya sendiri. Hatinya tidak kuat menahan rasa sedih di dalam batinnya. Rasa sesal hadir di dunia ini pun menyelimuti dirinya. Tanpa sadar, masa lalunya itu pun terus mengikat dirinya sampai ia menikah dan mempunyai anak.

Perlakuan kasar Mui Ha terhadap salah seorang putrinya merupakan hasil masa lalu yang terus ia ingat. Elis, putri dari Mui Ha yang sering kali mendapat perlakuan kasar mengaku sedih atas tindakan masa lalu mamanya kepadanya ketika itu.

"Kok mama bisa begini? Kenapa Elis gak lahir di keluarga yang beda, jangan di keluarga yang seperti ini," ungkap Elis sambil menahan tangis.

Dendam telah membuat Mui Ha menjadi sosok yang kejam sama seperti ibunya, namun hati kecilnya menjerit, ia tidak pernah mau hidup seperti ibunya.

"Saya gak bisa lepas kekerasan saya walaupun sebenarnya saya menyesal dengan apa saya lakukan. Selalu saya tonjok dada saya sendiri dan kepala saya, saya jedotin ke tembok. Gak bisa hilangin emosi, tetapi gak bisa. Saya merasa tidak menemukan jalan keluar untuk masalah saya ini," kisah Mui Ha.

Tak ada yang mampu mengubah sifat keras Mui Ha, sampai suatu hari ia bertemu dengan seorang teman. Kepada wanita tersebut, Mui Ha menceritakan rahasia hidupnya. Dalam pembicaraan tersebut, temannya memberikan saran kepadanya agar dia bisa mengubah perilaku terhadap putrinya. Namun, itu tidaklah belum bisa mengubah sifatnya yang keras.

Dua hari kemudian, Mui Ha dibawa ke dalam sebuah pertemuan yang nantinya akan menjungkir balikkan hidupnya.

"Dari situ, saya dengar setiap khotbah yang disampaikan oleh hamba Tuhan yang berdiri di depan mimbar. Sampai ada satu ayat yang begitu me-rhema di hati saya yakni di Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Tetapi, ayat itu seperti bertolak belakang dengan kenyataanya saat ini. Di mata orang tua saya, saya bukanlah orang berharga; di mata suami, saya tidak berharga karena saya orang gila."

Saat itu juga, Mui Ha ditantang untuk mengampuni ibunya. Bayang-bayang kekejaman sang ibu sangat melekat di ingatannya. Masih segar di ingatan Mui Ha, saat terakhir ibu menangis di sisinya. Tidak ada rasa iba yang ditunjukkannya kepada sang ibu ketika itu bahkan harapan akan kematian cepat dari ibunya itulah yang diinginkannya.

Kuasa Tuhan dalam pertemuan itu begitu kuat. Walaupun begitu, perjuangan Mui Ha melepaskan pengampuan kepada orang-orang terdekatnya tidaklah mudah.

"Pembimbing saya bilang, kamu bisa, kamu pasti bisa katanya. Kamu panggil Tuhan Yesus. Ya sudah saya panggil, Tuhan Yesus bantu saya Tuhan, sanggupkan saya untuk bisa mengampuni mama saya. Ketika saya berteriak Tuhan Yesus yang ketiga kalinya, saya melihat ada layar putih yang terbuka dan terdengar suara bisikan yang mengatakan bahwa saya pasti bisa mengampuni mama saya. Saya pun taat dengan suara Tuhan dan saat itu saya mengambil keputusan untuk mengampuni mama saya. Saya tahu saya telah ditebus oleh Tuhan dan hidup saya berharga di hadapan-Nya "

Kata-kata pengampunan itu telah mencabut setiap akar pahit dari hati Mui Ha. Satu pengakuan tulus keluar dari hatinya.

"Saya minta ampun sama Tuhan karena selama ini dendam sama mama, suami, saudara, sama anak. Saya gak tahu mengapa perasaan dendam itu begitu dalam dan berat, tetapi waktu saya pertama kali mengampuni mama, saya merasakan kelegaan,"

Hari itu juga, Mui Ha memberanikan diri memohon maaf kepada kedua anaknya. Tangisan dan pelukan diantara mereka menjadi sebuah awal hubungan yang baru di antara mereka. Anak-anak Mui Ha pun mengaku bahwa mereka sudah lama mengampuni setiap kelakuan dari dirinya.

Mui Ha yang telah bertahun-tahun menyiksa darah dagingnya sendiri kini telah berubah total menjadi seorang ibu yang penuh dengan kasih. Dirinya mengaku begitu mengucap syukur dengan perubahan yang sekarang dia alami di dalam Tuhan Yesus.

"Saya senang sekali, senang sekali dan selalu tidak pernah habis-habisnya selalu mengucap syukur," ungkap Mui Ha menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 4 September 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian:
Phang Mui Ha
Sumber Artikel:
Jawaban.com

Kesaksian - Pertobatan Seorang Perampok Sadis

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Pertobatan Seorang Perampok Sadis


Keinginannya yang besar untuk lepas dari bayang-bayang kemiskinan membuat Miduk pergi meninggalkan kampungnya dan mencoba peruntungannya di sebuah terminal. Saya melihat di tempat mobil-mobil parkir, banyak orang yang hanya minta-minta uang. Dalam hati saya hanya bisa berkata, kapan saya bisa masuk ke sana?" ujar Miduk.

Demi memperoleh rupiah, Miduk pun mencoba bergaul dengan para preman di pangkalan tersebut. Uang yang ia peroleh pun ia habiskan untuk memuaskan keinginannya. Ketika uang dan mihnuman kerasnya habis, supir angkot pun menjadi korban kebengisannya. Kalau supir angkot itu menolak memberikan uang hasil kerja keras mereka, tanpa kenal belas kasihan Miduk akan memukul supir angkot tersebut sampai babak belur.

Belum puas dengan mabuk-mabukan, hasrat Miduk untuk dipuaskan oleh wanita pun mulai tak terbendung. Setiap malam Miduk memuaskan nafsunya dengan bergonta-ganti wanita. Satu malam saja ia tidak berjumpa dengan seorang wanita, hati Miduk akan gelisah. Bahkan untuk sekedar tidur pun tak dapat dilakukannya.

Sampai suatu hari Miduk diajak bergabung oleh kerabatnya untuk melakukan kegiatan yang berbahaya. Ia diajak merampok. Mau tak mau Miduk harus menerima pekerjaan itu karena sudah seminggu ia menumpang di tempat komplotan perampok tersebut dan diberi makan. Pertama kali melakukan perampokan, Miduk gemetar dan berkeringat karena ketakutan. Namun setelah 2-3 kali melakukan, semua perasaan takut itu hilang lenyap. Dan aksi-aksi selanjutnya dilakukannya dengan kepala dingin.

Suatu hari Miduk bertemu dengan seorang gadis. Dan setelah berhubungan beberapa lama, mereka pun memutuskan untuk tinggal bersama. Akibat hubungan terlarang itu, beberapa bulan kemudian sang gadis pun berbadan dua.

"Ketika saat itu dinyatakan positif hamil, saya benar-benar tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan," ujar Nurmita br Tumanggor, teman hidup Miduk.

"Saat itu daripada harus menanggung malu, kami pun ada niat untuk menggugurkannya," tambah Miduk.

Meskipun Nurmita menolak untuk menggugurkan kandungannya, tanpa berperasaan Miduk memaksa Nurmita untuk meminum berbagai macam obat dan melakukan pemijatan. Tapi janin yang dikandungnya tak kunjung gugur.

Akhirnya demi menjaga nama baik keluarga, Miduk pun menikahi Nurmita. Dan setelah menikah, Nurmita begitu terkejut ketika mengetahui Miduk sesungguhnya adalah seorang perampok. Begitu mengetahui hal itu, Nurmita pun mencoba menasehati Miduk untuk tidak melakukan hal itu, apalagi hasil yang diperolehnya tidak halal. Tapi nasehat istrinya hanya bagaikan angin lalu di telinga Miduk. Bahkan bentakan dan makian kasar terlontar dari mulut Miduk kepada istrinya. Tamparan dan perlakuan kasar selalu ditujukannya terhadap sang istri. Kalau sudah dikasari seperti itu, Nurmita hanya bisa diam dengan hati yang hancur.

Miduk sama sekali tidak mempedulikan nasehat istrinya. Ia bahkan mulai berani bergaul dengan wanita-wanita penghibur. Hingga suatu hari Miduk melakukan suatu tindakan yang tak pantas terhadap istrinya. Ia menendang Nurmita tanpa belas kasihan. Hati Nurmita benar-benar hancur atas kelakuan suaminya. Keinginan untuk pergi meninggalkan Miduk begitu kuat di hatinya, tapi pikiran akan nasib anak-anak mereka membuat Nurmita bertahan.

Nurmita benar-benar harus mengurut dada melihat sikap Miduk yang kian hari kian menggila. Semakin hari tindakan Miduk semakin memalukan.

"Saking mabuknya, di depan mama saya Miduk kencing di dekat lemari. Sampai-sampai anak tertua kami pun mengetahui bagaimana kelakuan ayahnya yang memalukan itu. Saya benar-benar merasa kesal dengan kelakuannya itu tapi saya tidak bisa berkata apa-apa," kisah Nurmita dengan hati pedih.

Melihat suaminya yang bagaikan kuda liar yang tak terkendali, Nurmita hanya bisa pasrah kepada Tuhan. Setiap jam 12 malam Nurmita bangun dan berdoa untuk Miduk agar suaminya berubah. Respon Miduk terhadap doa-doa istrinya sangat jauh dari positif.

"Waktu saya sedang tiduran, saya merasa terganggu dengan doa istri saya. Saat itu juga saya malah bicara pada istri saya, ‘Kamu itu berdoa seperti hanya kamu saja yang paling benar.' Meskipun waktu itu saya melihat dia menangis, tidak ada niat dalam hati saya menghiburnya. Saya malah terus memarahi dia," ujar Miduk.

Akhirnya Miduk pun berhenti merampok dan ia mencoba menjadi supir angkot. Namun darah panas Miduk seakan tak mau berhenti bergejolak. Suatu hari terjadi perang mulut yang sengit antara Miduk dengan supir angkot lainnya. Dan sebuah rencana busuk pun terbersit dalam pikiran Miduk.

Miduk pulang ke rumah dan mengambil sebuah pisau serta mengasahnya. Setelah itu ia bergegas menemui supir angkot yang telah membakar hatinya. Setelah bertemu, Miduk langsung menghujamkan pisau ke dadanya dan melarikan diri. Supir angkot itu jatuh tak berdaya. Meskipun berhasil lari, Miduk masih diselimuti oleh kemarahan yang tak terkendali. Saking tidak puas karena musuhnya tidak mati, darah yang meleleh di pisau itu dijilati oleh Miduk.

Miduk mencari tempat persembunyian dan mencari istrinya untuk memberitahu apa yan baru saja ia alami.

"Saking kesalnya melihat kelakuannya yang seperti itu, saya malah bilang, ‘Daripada orang kamu tusuk, lebih baik saya kamu tusuk. Kamu tidak kasihan dengan anak-anak!'. Dan perkataan saya itu hanya membuat dia terdiam," ujar Nurmita.

Setelah merasa aman, Miduk pun kembali pulang ke rumah. Beberapa waktu kemudian Miduk membawa keluarganya pindah. Tak lama kemudian seorang teman datang dan memberikan pernyataan yang membuat Miduk tersentak. Ia meminta Miduk untuk bertobat. Mendengar perkataan itu, Miduk pun gemetar. Ia diliputi ketakutan yang sangat hanya karena perkataan pertobatan itu. Ucapan temannya itu benar-benar membuat Miduk mengalami kegelisahan yang hebat pada malam harinya. Miduk pun pindah ke kamar lain. Ia menggelar tikar dan duduk di situ. Sambil duduk bersila, Miduk hanya bisa menangis. Dalam pikirannya saat itu, hanya ada perasaan untuk bertobat.

Rasa keingintahuan Miduk untuk menemukan jalan keluar atas kegelisahannya, membuat dirinya mengikuti sebuah pertemuan ibadah. Dan perkataan dari seorang pembicara menyentuh hati Miduk.

"Kita dilarang untuk berzinah, tidak berbuat jahat, dan perkataan inilah yang langsung saya renungkan. Ketika sang pembicara itu melihat saya menangis, pembicara itu hanya berkata, ‘Pak, tidak ada artinya kalau Anda menangis. Anda akan ada artinya klalau Anda bertobat.' Begitu saya mendengar perkataannya itu, saya renungkan lagi akan pertobatan. Yang ada dalam pikiran saya hanya apa yang sudah pernah saya lakukan. Saya benar-benar merasa tidak layak. Saya hanya bisa memohon agar Tuhan yang melayakkan saya. Sampai saya pun hanya bisa menangis di hadapan Tuhan," kisah Miduk akan awal pertobatannya.

Miduk benar-benar mengalami kelegaan yang sempurna. Ia pun meminta maaf terhadap istri dan anaknya atas apa yang telah ia lakukan.

"Setelah kami sudah membereskan semua luka emosional itu, saya merasa beban yang selama ini saya bawa ketika saya bandel langsung lepas," ujar Miduk.

"Setelah saya mengampuni suami saya, saya benar-benar merasa lega. Tidak ada lagi beban yang saya rasakan," ujar Nurmita menambahkan.

Akhirnya Miduk pun mengalami terobosan dalam hidupnya. Dan sebuah babak baru dalam kehidupan rumah tangganya dimulai. (Kisah ini ditayangkan 17 November 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).


Sumber Kesaksian :
Miduk Sinambela
Sumber Artikel :
Jawaban.com

Kesaksian - Dunia Petualanganku Adalah Panti Pijat dan Pelacuran

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Dunia Petualanganku Adalah Panti Pijat dan Pelacuran

Melihat darah dagingnya yang baru lahir di ujung maut, dan jika pun hidup di vonis dokter mengalami kelainan, membuat Harry Nugroho memutuskan mengakhiri petualangannya bersama para pelacur. Inilah pengakuan jujur dari bapak 3 anak tersebut.

Saya mulai mengenal pelacuran sejak duduk di bangku SMA. Awalnya sih mencoba-coba, tapi akibatnya saya merasa ketagihan, Saya merasa kepingin terus. Karena disitu saya ngga perlu pusing-pusing, dan saya dilayani. Jadi itu kenikmatan sesat sebetulnya.

Karena saya ingin tetap menjaga image saya, saya ingin tetap menjaga nama baik keluarga, saya melakukannya secara diam-diam dan tidak bawa teman. Supaya orang bisa melihat bahwa saya orang baik-baik.

Saya bisa berganti-ganti wanita, dalam tanda petik barang yang lain, melihat yang lain, membuat saya kepingin terus. Hal itulah yang menyebabkan saya ngga bisa lepas dari seks bebas.

Dalam perjalanan petualangan itu, Harry bertemu dengan Devi dan menjalani hubungan dengannya. Sungguh mengherankan, Harry mengaku bahwa dirinya sudah tidak perjaka lagi pada sang pacar. Devi sangat kecewa ketika mengetahui kebenaran itu. Devi sempat memutuskan untuk tidak menemui Harry lagi, namun kegigihan Harry meluluhkan hati Devi, hingga akhirnya mereka berdua melangkah ke pelaminan.

Saya berjanji padanya untuk tidak melakukannya lagi. Akhirnya kami menikah, tapi karena ada keterikatan itu, saya tidak bisa stop.

Biasa dengan teman-teman di kantor, siang-siang, kami pergi ke panti pijat. Kami pergi-pergi ke spa, berendam, hal seperti itulah yang kami lakukan. Istri saya ngga pernah tahu, pikirnya saya kan di kantor. Tapi saya dan teman-teman pergi ke panti pijat, yang masing-masing masuk ke ruangan-ruangan, yang setelah masuk, terserah Anda.

Suatu pengalaman yang lain, itu yang saya cari.

Berganti-ganti wanita, tidak membuat Harry takut. Bahkan ketika dia bertemu dengan seseorang yang dia kenal di lingkungannya sebagai orang baik-baik ada di tempat pelacuran, membuatnya semakin berani.

Saya ketemu satu orang yang sangat baik. Di keluarganya baik, di lingkungannya baik, tapi saya ketemu disana. "Harry rahasia kita ya..tahu sama tahu, rahasia laki-laki. Udah.. ngga usah banyak cerita." Saya hanya jawab, "Ya..oke..oke...Siap.." Hal ini membuat saya merasa, orang baik saja bisa begitu, apa lagi saya yang belum baik. Hal itu membuat saya merasa tidak bersalah. Apa yang saya lakukan belumlah apa-apa.

Petualangannya hanya mencari kesenangan sesaat, namun tidak disadarinya bahwa ia telah terjerat dalam perangkap yang mematikan.

"Saya hanya mencari variasi saja. Yang tidak saya dapat di rumah, saya cari variasi di luar. Bukan saya adiktif, yang sehari harus tiga kali atau empat kali. Tapi hanya mencari variasi dalam kehidupan saya. Mencari petualangan. Saya tetap dalam kondisi yang normal. Satu lawan satu. Tapi saya melakukannya dengan curi-curi waktu. Kalau ada waktu saya melakukan seks bebas. Seks yang saya lakukan adalah dengan cara saya bayar orang. Saya bayar dan saya nikmati, lalu selesai. Saya takut untuk menjalin suatu asmara atau sampai jatuh cinta wanita tersebut.

Ada suatu dorongan yang membuat saya selalu ingin ke tempat seperti itu. Ada suatu tekanan atau ikatan yang membuat saya ingin ke tempat pelacuran, panti pijat, dan tempat-tempat perzinahan. Istilahnya itu "cipto" - icip-icip roto - jadi semua saya coba. Semuanya saya coba satu-satu. Mana yang baik, besok saya ulang lagi.

Semua itu terus ia lakukan, hingga istrinya mengandung anak ketiganya. Ketika istrinya melahirkan anaknya itu sesuatu terjadi dan membuat Harry terpukul.

Dokter bilang, ibu Devi, istri saya harus di operasi untuk diambil anaknya. Saya cukup cemas. Saya hanya bisa SMS ke teman-teman "tolong bantu saya dalam doa." Pagi harinya, operasi pun dilakukan.

Bayi perempuan berhasil di keluarkan dari rahim Devi, namun tidak terdengar tangisan dan tubuh bayi itu kaku.

Waktu dokter memanggil, saya langsung lari dan bertanya, "Dok, ada apa?" Dokternya hanya berkata, "Anaknya tidak bagus." Saya tanya apa maksudnya dengan tidak bagus. Dokter menjelaskan kalau anak ini ada kelainan. Waktu lahir pun dia seperti mati dan tidak menangis. Saya tanya apa akibatnya? Kata dokter anak ini akan mengalami gangguan pertumbuhan, gangguan di kemudian hari. Seperti down syndrome , atau kelainan bawaan lainnya. Saya hancur sebagai orangtua. Saya nangis saat itu, saya minta ampun sama Tuhan. "Tuhan, tolong jaga anak saya. Engkau pelihara anak saya."

Melihat kondisi anaknya yang terkulai tak berdaya membuat hati Harry semakin hancur.

Saya lihat anak saya terbungkus semua scan, semua kabel-kabel, semua selang-selang, sampai transfusi darah juga. Scan seluruh tubuh karena dianggap mengalami kelainan. Dianggap oksigen yang masuk ke otak kurang. Secara pengetahuan, kalau oksigen yang masuk ke otak kurang, anaknya bodoh, anak itu idiot. Itu yang menghantui saya. Saya merasa tidak siap. Kenikmatan yang saya rasakan selama ini tidak ada artinya, kalau saya harus menanggung hal ini seumur hidup. "Ini akibat dosa saya," saya langsung bilang begitu. Saya tidak menyalahkan Tuhan, tapi saya menyalahkan diri saya sendiri. Karena saya hal ini terjadi. Tapi saya percaya, saya punya Tuhan yang luar biasa.

Saya katakan pada anak saya saat itu, "Valerie, ampuni papa. Papamu ini bukanlah papa yang baik. Papamu ini adalah papa yang jahat. Kamu sampai jadi seperti ini karena dosa papa.

Saya bilang sama Tuhan, "Tuhan, ampuni saya Tuhan. Buat anak ini menjadi perjanjian antara aku dan Engkau Tuhan. Tuhan kalau ini karena dosa saya, jangan ke anak saya, ke saya. Saya yang tanggung dosanya. Kalau Tuhan pulihkan anak saya, saya akan jaga hidup saya.

Kerendahan hati dan pertobatan yang bersungguh-sungguh membuat seruan hati Harry di jawab oleh Tuhan.

Seakan Tuhan berkata, "Kekuatan kamu tidak ada artinya. Kamu mau cari dokter yang paling mahal pun ngga ada gunanya. Kamu mau cari rumah sakit yang paling mahal pun tidak ada gunanya. Kamu hanya bisa berserah pada Tuhan." Saya berada di posisi seperti itu. Dan saya harus kembali ke Dia.

Waktu berjalan, pertumbuhan Valerie semakin hari semakin baik. Kata-kata dokter yang pernah terucap, semua hal-hal negatif, tidak terbukti. Karena saya percaya, saya punya Tuhan yang luar biasa. Tuhan yang sudah mengampuni saya. Saya punya dosa yang semua orang tidak tahu. Tapi saya harus buka semuanya. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.

Sebuah keputusan yang sangat berani dibuat oleh Harry, dia mendatangi istrinya dan mengakui semua yang pernah diperbuatnya. Inilah pengakuan Harry kepada Devi:

Saya sudah tidak setia dengan kamu. Saya sudah banyak jatuh dalam dosa seksual, perzinahan, perselingkuhan, seks bebas. Ampuni saya.

Devi terguncang oleh pengakuan Harry. Dia tidak menyangka, pernikahannya yang sudah berjalan selama 10 tahun itu penuh dengan kebohongan. Bagaimana Devi menghadapi kebenaran yang pahit ini?

Waktu mendengar pengakuan suami saya, saya betul-betul kaget. Ternyata kehidupan pernikahan kami yang sudah berjalan 10 tahun itu penuh dengan kebohongan. Saya sangat menyesal, saya sangat menyesal mengapa pernikahan ini bisa terjadi. Kenapa Tuhan ijinkan ini terjadi? Kenapa 10 tahun itu harus di kotori oleh cerita sebuah pengkhianatan.

Saya katakan, "Memang saya anak Tuhan, tidak ada kata lain, selain mengampuni."

"Tapi jangan sekarang ya.. saat ini saya belum bisa untuk mengampuni. Walaupun itu perintah Tuhan untuk mengampuni, tapi jangan saat ini," demikian ungkap Devi dengan penuh kekecewaan dan derai air mata.

Suatu pertempuran terjadi di dalam hati Devi. Kemarahan, rasa jijik, dan kekecewaan berkecamuk di benaknya, membuat dia begitu berat untuk memutuskan mengampuni Harry.

Saya merasa saat itu jijik dan kesal. Saya bertanya pada diri saya apakah saya bisa memaafkannya. Saat itu saya banyak berdiam diri. Saya tidak ingin memperlihatkan kegundahan saya dihadapan semua orang, untuk itu saya banyak menenangkan diri.

Di saat itu saya berseru, "Tuhan, beri saya kekuatan. Tuhan, apa yang harus saya perbuat?"

Saya diingatkan banyak hal. Muncul kata-kata mengampuni..mengampuni... tiba-tiba kata-kata mengampuni itu mengiang-ngiang di telingan saya.

Saya berdoa, "Tuhan beri kekuatan pada saya. Saya mau menjadi wanita yang menjadi penopang bagi suami. Tuhan, beri saya hati yang bisa mengampuni sepenuhnya."

Saya berdoa seperti itu, karena bisa saja saya berkata "sudah mengampuni," tetapi begitu teringat sakit hati lagi. Saya berdoa seperti itu bagi diri saya sendiri, untuk saya bisa mengampuni dan menerima suami saya apa adanya.

Kasih Tuhan, dan keputusan Devi untuk mau mengampuni membuka berkat bagi pemulihan hubungan dengan Harry. Pengampunan yang tulus dari istrinya sulit dipercaya oleh Harry, baginya ini adalah sebuah mukjizat.

Devi berkata pada saya, "Harry, aku cuma bisa mengucapkan satu kata saja, "Saya mengampuni, saya mau menerima kamu apa adanya. Asal kamu betul bertobat. Betul janji."

Luar biasa keteguhan hati istri saya. Dia mau menerima saya, dan dia mengampuni saya.

Keharmonisan keluarga Devi dan Harry terbangun kembali. Suasana romantis pun selalu menghiasi hari-hari kehidupan mereka. Saat ini, Harry dan Devi memberikan hidup mereka untuk melayani Tuhan. Dan apakah yang dilakukan Harry untuk menjaga komitmennya?

Saya menghindari tempat-tempat yang tidak baik. Saya tidak berani coba-coba lagi. Saya tahu daging ini lemah. Tapi Tuhan kuatkan saya untuk menghindari.

Saya sungguh senang melihat pertumbuhan Valerie. Ternyata Tuhan adalah Tuhan yang baik. Dia menyadarkan saya dari kehidupan saya yang lama untuk menjadi orang yang lebih baik. Untuk menjadi suami yang lebih baik. Untuk menjadi orangtua yang lebih baik. Dan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Tuhan yang sama dapat bekerja dalam hidup Anda. Jika Anda mengalami apa yang pernah Harry dan Devi alami, datanglah pada Tuhan, dan ijinkan Tuhan menjamah dan memulihkan hidup Anda juga.

(Kisah ini ditayangkan 18 November 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).


Sumber Kesaksian :Harry & Devi Nugroho

Sumber Artikel :Jawaban.com

Kesaksian - Rumah Tangga Diskotik

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Rumah Tangga Diskotik

Awalnya Robby Gunawan bertemu dengan istrinya sewaktu berada di diskotik sedang tripping. "Waktu itu saya melihat dia, saya coba dekati dia, saya coba kasih obat, ternyata dia mau," kisah Robby.

Setelah berkenalan di diskotik, mereka jadi sering pergi ke diskotik bersama. Dari satu diskotik pergi ke diskotik yang lain. Sering pulang pagi bersama.

Perkenalannya dengan Yuni tidak membawa Robby ke dalam keadaan yang lebih baik. Mereka berdua seakan lupa segalanya dan melakukan satu hal yang sudah di luar batas.

Yuni berkisah, "Kami melakukan hubungan di luar nikah. Bahkan sempat satu rumah sebelum menikah selama satu tahun lebih."

Seperti terjebak dalam lumpur hisap yang mematikan, Robby dan Yuni pun termasuk semakin jauh dalam kubangan dosa. "Waktu itu saat tahu dia hamil, saya coba untuk menggugurkannya," ungkap Robby.

Robby beralasan dikarenakan mereka sering mengkonsumsi obat-obatan itu, ia takut jika anak itu akan lahir cacat.

"Pada waktu saya hamil sebelum menikah, saya stress banget... Saya depresi banget. Yang ada dalam pikiran saya waktu itu adalah saya harus membuang anak itu," kisah Yuni.

Pada waktu itu Yuni pun bertanya kepada temannya yang juga pernah menggugurkan kandungannya. Singkatnya, Yuni pun masuk ke ruang operasi untuk menggugurkan kandungannya. Yuni tidak merasakan apa-apa, selepas ia sadar dari obat bius operasi, yang bisa ia lakukan hanya menangis saja.

Bagi Ronny sendiri, tidak ada penyesalan dalam sanubari Ronny ketika ia harus membunuh darah dagingnya sendiri. Minuman keras dan narkoba seakan sudah membutakan nuraninya. Tanpa ia sadari, ia menjadi sosok lebih sadis dari sosok ayah yang ia benci.

Robby GunawanSewaktu kecil dulu, ia pernah merasakan perlakuan sangat kasar dari ayahnya. Ibunya pun hingga datang untuk menolong Ronny karena Ronny kecil berteriak-teriak minta tolong. Tetapi ternyata malah ibunya juga yang menjadi sasaran, dijedotkan ke tembok.

Melihat perlakuan ayahnya kepada ibunya, Ronny menjadi sangat benci pada ayahnya. Ronny kecil merasakan sakit hati melihat ayahnya memukul ibunya. Ronny merasakan ketidak-bahagiaan dalam hidupnya. Ia terbiasa dipukul ayahnya, ibunya pun diperlakukan demikian oleh ayahnya.

Kebencian Robby terhadap ayahnya tidak menghentikan kekasaran sang ayah. Kekerasan demi kekerasan terus ia alami, bahkan hingga saat ia beranjak dewasa.

Harapan akan kasih sayang dan kebahagiaan dari orang tua, tidak pernah bisa Robby dapatkan dari rumah. Sikap keras dari sang ayah membuatnya semakin terpuruk dalam kebencian. Dengan berbagai cara ia pun berusaha untuk melupakan berbagai masalahnya.

"Saya pergi ke rumah teman, saya nginep di rumah teman. Saya pergi bermain jackpot, minum-minum, saya tidak ada kebahagiaan di rumah. Karena saya sangat membenci ayah, karena melihat kelakukan papa, saya lebih baik di luar bersenang-senang. Lebih baik saya di luar untuk melupakan segala perlakukan yang papa lakukan pada saya," kisah Robby.

Robby GunawanSetelah lulus SMA, hampir setiap hari Robby pergi ke diskotik bersama dengan teman-temannya. Dari situ Robby pun mulai mencoba ekstasi.

Minuman keras dan narkoba seakan sudah mulai menjadi bagian dalam dirinya. Hanya kesenangan demi kesenangan yang selalu ada di dalam pikiran Robby. Bahkan setelah menikah, bersama istrinya ia semakin menggila.

"Setelah kami menikah, kami sering pergi ke diskotik. Mabuk-mabukan, memakai ekstasi," kisah Robby.

Yuni pun berkisah, "Yang ada di pikiran saya saat saya menegak pil ekstasi itu hanyalah untuk kesenangan. Dan saya tidak memikirkan anak saya yang ada di rumah. Saat itu ya kami hanya mencari kesenangan dan apply bersama."

Hampir setiap hari Robby mencari kesenangan lewat narkoba dan mabuk-mabukan bersama istrinya. Namun tanpa ia sadari, ia pun berubah menjadi sosok yang sangat menakutkan.

"Di tengah pacaran pun sebenarnya sudah kelihatan sifatnya yang keras, tetapi karena saya sudah terlanjur hidup dengan dia, saya sudah serumah bersama dia... Jadi saya jalanin saja. Yang saya dapatkan tuh beda sekali, itu yang membuat saya sangat sedih. Karena setiap perkataan saya ada salah sedikit saja, kata-katanya yang keluar tuh kata-kata kasar sekali. Terus terang saja, sewaktu dahulu tuh saya menyesal menikah dengan dia. Bertolak-belakang dengan yang saya harapkan darinya sebagai suami. Waktu itu saya sangat syok, sedih, kecewa, dan depresi," Yuni menuturkan hubungannya dengan Robby yang membuat batinnya tersiksa.

Rasa penyesalan dan kekecewaan mulai menyelimuti hati Yuni. Seiring dengan berjalannya waktu, Yuni pun memutuskan untuk berubah.

"Saya pulang pagi, suami pun pulang pagi. Saya melihat anak saya sudah semakin besar sekitar berusia 2 tahun lebih. Saya merasa malu terhadap anak saya. Malu sama pembantu rumah tangga. Dan setelah anak kedua, saya berkomitmen bahwa saya tidak pergi ke diskotik lagi dan tidak menenggak ekstasi lagi," penuturan Yuni.

Keputusannya untuk berubah membawa Yuni kepada kehidupan yang lebih baik. Ia pun mulai berdoa untuk perubahan Robby, suaminya.

"Setelah saya berubah, saya juga menginginkan suami saya untuk berubah. Saya mulai berdoa untuk suami saya kurang lebih selama 3 tahun. Saya meminta dukungan dari teman-teman untuk mendoakan suami saya supaya bertobat," kisah Yuni.

Tangisan dan doa sang istri selama 3 tahun tidak membuahkan hasil yang berarti. Robby tetap menjadi budak narkoba dan alkohol. Sampai suatu ketika terjadi suatu peristiwa yang mulai memporak-porandakan dunianya...

Dalam bisnisnya, Robby terjebak hutang 700 juta yang harus Robby lunaskan. Terbentur jalan buntu, Robby tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi. Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalahnya hanyalah menjual rumahnya.

Yuni berkisah, "Pada waktu itu saya mengajak suami berdoa. Kami pun berdoa bersama-sama meminta pertolongan Tuhan supaya Tuhan membuka jalan atas hutang-hutang kami yang ada di bank."

Suatu hari akhirnya datang juga pembeli yang kebetulan mendapat informasi bahwa Robby menjual rumahnya ketika ia makan di rumah makan ibu Robby. Robby pun dipanggil datang ke rumah pembeli yang langsung menyetujui penawaran harga dari Robby.

Robby GunawanRobby sangat mengucap syukur hingga mengeluarkan air mata ketika perjanjian pembelian itu benar-benar terjadi. Ia merasakan pertolongan Tuhan nyata dalam hidupnya.

Jalan buntu itu terbuka sudah. Rumah Robby pun laku terjual. Saat itu Robby baru menyadari kebaikan Tuhan. Sampai akhirnya ia mengikuti camp khusus pria dan mengalami kejadian yang membuat hatinya hancur.

"Waktu saya memeluk hamba Tuhan itu, saya merasakan pelukan kasih Bapa. Yaitu Tuhan Yesus sendiri. Waktu itu saya tidak bicara apa-apa, saya menangis sampai kencang sekali," kisah Robby.

Dalam ibadah tersebut, Robby mulai menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari.

"Saya merasakan dipeluk dan diampuni oleh Tuhan. Dan saya merasakan ada damai sejahtera, kepahitan saya sudah lepas, tidak ada lagi kepahitan dalam hati saya," kisah Robby.

Pemulihan demi pemulihan mulai terjadi. Robby pun bisa mengampuni sang ayah dan meninggalkan hidupnya yang lama.

"Saya bisa berubah karena Tuhan Yesus. Saya berterimakasih kepada Tuhan Yesus karena Ia telah memulihkan saya dari kepahitan dan kebencian kepada orang-tua saya. Dan juga Tuhan telah memberikan kepada saya sukacita dan damai sejahtera," kisah Robby. (Kisah ini ditayangkan 15 Oktober 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Robby Gunawan

Sumber Kesaksian:
Robby Gunawan & Yuni

Sumber Artikel:
Jawaban.com


Kesaksian - Tuhan Lepaskan Kami Dari Jerat Narkoba

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Tuhan Lepaskan Kami Dari Jerat Narkoba


Pasangan kekasih Rudy dan Dini terjerumus dalam jerat narkoba. Mereka sering sekali berkelahi hingga Rudy tidak segan-segan memukul Dini. Pemakaian narkoba sudah menjadi kewajiban untuk mereka. Bila tidak memakai narkoba rasanya badan seperti tidak bertenaga.

Pertengkaran terjadi dimana saja, baik di rumah dan di mobil sekalipun. Pernah satu kali Dini ingin melompat dari mobil karena tidak tahan dengan perlakuan kekasihnya. Namun Rudy sempat menariknya kembali sehingga hal itu tidak terjadi. Dini tidak pernah merasakan kasih sayang dari Rudy. Mereka hanya bisa akur pada saat mereka memakai narkoba.

Mereka berpacaran 2 tahun. Selama berpacaran Rudy adalah pemakai shabu-shabu dan hal itu akhirnya di ikuti oleh Dini. Mereka tinggal bersama layaknya suami istri. Akhirnya suatu hari Dini hamil. Walaupun hamil, Dini tetap memakai shabu-shabu. Rudy awalnya memakai inex, shabu-shabu hingga kokain. Setiap 2 jam sekali ia harus mengkonsumsi barang haram itu.

Perasaan Dini kacau dengan tubuhnya yang berbadan dua. Ia merasa belum siap dengan keadaan ini. ditengah kekalutan itu, Rudy menyuruh Dini untuk menggugurkan janin di perut Dini. Namun karena Dini tidak setuju, akhirnya mereka menikah dan membiarkan anak itu lahir.

Namun pernikahan bukanlah jalan keluar yang baik untuk mereka. Mereka tetap menjadi sepasang suami istri yang selalu bertengkar. Karena pengaruh narkoba, tidak segan-segan Rudy menggunakan kekerasan kepada istrinya. Anak mereka pun menjadi korban kebodohan mereka. Karena ulah mereka, akhirnya mereka tidak mempedulikan kehidupan mereka dan kebutuhan anak mereka yang masih kecil. Selama itu, narkoba adalah nomor satu untuk mereka.

Akhirnya hal yang menakutkan terjadi. Rudy harus kehilangan pekerjaannya dan tidak ada lagi pemasukan. Namun hal ini tidak membuat ia mengurangi pemakaian narkobanya. Harta benda miliknya pun habis terjual.

Namun di tengah kegalauannya ia masih teringat Tuhan dan merasa malu karena hidupnya seperti itu. Kegagalanlah yang ia rasakan sebagai ayah dan suami. Ia merasa sangat berdosa terhadap istri dan anaknya.

Suatu hari Rudy menyaksian suatu tayangan rohani yang mengatakan bahwa ada seorang laki-laki yang risau tentang dosa kecilnya yang sudah diampuni. Pada saat itu ia merasa ada dorongan kuat dalam dirinya yang tak kuasa untuk menahan tangis. Pada saat itu juga ia lari ke kamarnya dan menangis meraung-raung karena ia merasa sangat tidak layak untuk di ampuni.

Akhirnya Rudy memutuskan mencari kesembuhan Ilahi karena ia tidak mau di rehabiliasi. Pada suatu hari Rudy dan Dini mengikuti suatu ibadah dan perjamuan kudus. Saat itu ia meminta pada Tuhan untuk disembuhkan. Ia berjanji tidak akan menggunakan narkoba lagi. Dan ia merasa ada sesuatu yang lepas pada saat itu.

Keesokan harinya ia merasa tubuhnya sudah segar dan sehat. Ia merasa Tuhan sudah memberikan tubuh yang baru. Saat itu juga ia memutuskan untuk melepaskan kebiasaan buruknya. Setelah itu ia juga meminta maaf kepada istrinya atas semua kesalahannya.

Sekarang Rudy dan Dini sudah terlepas dari jerat narkoba. Rudy juga sudah menjadi suami dan ayah yang lebih memperhatikan keluarganya. Semuanya sudah dilepaskan dalam nama Yesus. Di dalam Yesus mereka menemukan kedamaian. Rasa sayang yang hilang antara mereka dikembalikan lagi.

Tuhan tidak pernah memandang seberapa buruknya masa lalu mereka. Yesus mampu melepaskan semua yang terikat. Yesus itu sangat luar biasa. (Kisah ini ditayangkan 16 Oktober 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).


Sumber Kesaksian:
Rudy Konstan & Dini
Sumber Artikel:
Jawaban.com

Kesaksian - Kekejaman Ibu Tiri Memotivasiku Menjadi Kaya

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Kekejaman Ibu Tiri Memotivasiku Menjadi Kaya


Usia 8 tahun saya sudah ikut dengan ibu tiri. Hari demi hari yang saya lalui terasa semakin tidak menyenangkan," ujar Yuyung memulai kisah hidupnya.Pukulan dan perlakuan keras dari ibu tirinya sudah menjadi santapan setiap hari bagi Yuyung. Bahkan tak jarang pukulan-pukulan itu membekas di tubuh kecilnya. Namun Yuyung hanya bisa diam dalam ketakutan.Yuyung adalah anak pertama dari ayah kandungnya. Bersama adik perempuannya yang nomor tiga, mereka ikut ibu tiri. Sebelum tidur, Yuyung dan adik perempuannya yang masih kecil sering ngobrol di kamar dan saling menceritakan hal-hal tidak menyenangkan yang harus mereka terima dari sang ibu tiri sepanjang hari itu. Apalagi anak-anak dari ibu tirinya semuanya perempuan, dan mereka memperlakukan adik perempuan Yuyung dengan sangat kejam. Tak jarang adik perempuannya menunjukkan luka bekas penganiayaan yang dialaminya hari itu.

Setiap kali mengingat bagaimana adik perempuannya harus menanggung hal-hal yang buruk saat itu, tanpa terasa Yuyung pasti meneteskan air mata. Sejak saat itulah Yuyung memendam keinginan di dalam hatinya, jika kelak ia sudah dewasa, ia harus menjadi orang kaya, harus berhasil dan memiliki banyak uang supaya hidupnya bisa bahagia. Karena bagi Yuyung saat itu bahwa kebahagiaan itu awalnya dari uang.

Ada satu peristiwa yang terekam dengan sangat jelas dalam ingatan Yuyung mengenai perlakuan ibu tirinya. Saat itu Yuyung sedang sakit gigi dan ia sangat kesakitan karena giginya sudah bengkak. Ayahnya pun membuatkan bubur untuk dirinya. Namun ibu tirinya tidak bisa terima kalau Yuyung dibuatkan bubur oleh ayah kandungnya sendiri. Pertengkaran pun pecah antara ayah dan ibu tirinya. Saat itulah ayah Yuyung baru tahu kalau istrinya ternyata memperlakukan anak-anak tirinya dengan tidak layak. Saat itu juga ayah Yuyung langsung membawa Yuyung pergi ke rumah neneknya.

Pada hari itu yang terpikir dalam otak Yuyung hanyalah dirinya telah bebas dari kungkungan, dan ia akan menikmati kebebasan hidup sepenuhnya seperti sebelum ia ikut ibu tirinya.

Himpitan ekonomi dan keinginan untuk menjadi kaya membuat Yuyung tidak melanjutkan sekolahnya dan memilih untuk bekerja keras. Mulai dari bekerja sebagai kuli angkut di pasar-pasar, buruh pabrik hingga menjadi mandor bangunan sebuah proyek di Jakarta. Teriknya matahari, tetesan keringat dan rasa lelah akhirnya terbayar sudah saat ia akhirnya memiliki sebuah pabrik konveksi dan mempersunting kekasih hatinya, Sri Tini.

"Ada satu rasa kebanggaan dalam diri saya karena saya telah berhasil menjadi orang yang sukses dan memiliki banyak uang, sehingga pada akhirnya membuat saya ingin memakai uang itu untuk kepuasan pribadi," ujar Yuyung.

Uang hasil kerja kerasnya dipakai Yuyung untuk mabuk-mabukan dan bermain wanita. Yuyung berpikir dengan bermain wanita ia akan mendapatkan kebahagiaan. Yuyung bisa pergi keluar kota selama berhari-hari dengan berbagai alasan, padahal yang ia lakukan hanyalah menghabiskan uang hasil kerja kerasnya dengan mengumbar hawa nafsu. Sementara istri dan anak-anaknya di rumah menganggap Yuyung sebagai seorang suami dan ayah yang baik.

Namun suatu kali Sri Tini, istri Yuyung, menemukan sebuah tiket pesawat atas nama Yuyung dengan seorang wanita. Saat Sri Tini menanyakan perihal tiket pesawat tesebut, Yuyung tidak mengakuinya. Namun salah seorang teman Sri Tini, yang juga merupakan istri dari salah seorang teman Yuyung mengatakan saat ia pergi ke Singapur, ia melihat Yuyung dengan seorang wanita. Kebenaran yang terbongkar itu begitu menyakiti hati Sri Tini. Sepertinya ia tak akan sanggup mengampuni dan menerima Yuyung seperti dulu lagi.

"Kalau ia sudah melakukan hal-hal seperti itu, berarti ia sudah tidak membutuhkan saya lagi," kisah Sri Tini dengan hati yang pedih. Saat itu juga Sri Tini langsung meminta cerai dari Yuyung. Serta merta Yuyung mendatangi Sri Tini, minta maaf dan memintanya untuk memikirkan anak-anak mereka. Yuyung pun berjanji saat itu bahwa ia akan meninggalkan semua dan menjadi suami yang baik.

Pada kenyataannya Yuyung dapat menjalani kehidupan yang baik itu hanya dalam hitungan bulan. Tidak sampai setahun berlalu, Yuyung kembali bertemu teman-teman lamanya dan bujukan teman-temannya membuat Yuyung kembali keluar malam dan bermabuk-mabukan bersama dengan para wanita yang mengelilinginya.

Sampai suatu ketika keadaan Yuyung tak tertolong lagi. Semua bisnis yang dijalankannya bangkrut total. Yuyung tak tahan saat melihat anak-anaknya dengan berpegangan tangan berjalan keluar rumah sambil mencari bajaj. Yuyung tidak tahan melihat anak-anaknya hidup menderita. Yuyung merasa ia telah melakukan hal yang sama seperti yang dahulu ayahnya lakukan, yaitu mengambil keputusan yang membuat anak-anaknya menderita. Yuyung merasa ia tidak bisa memberikan hal-hal yang baik kepada anak-anaknya.

Secercah harapan bersandar di hati Yuyung saat adiknya datang dan mendoaka dia beserta keluarganya. Saat itu adiknya memperkenalkan pribadi Yesus kepada Yuyung dan keluarganya. Dalam kesulitan ekonomi yang dialaminya, adiknya meminta Yuyung untuk hanya mengandalkan Yesus dan tidak kepada pertolongan saudara maupun teman-temannya. Adik Yuyung pun akhirnya memimpin Yuyung, istri dan anak-anaknya untuk berdoa bersama.

Setelah adiknya pulang, ada sesuatu yang berbeda dirasakan Yuyung di dalam hatinya. Yuyung mulai merasa ingin tahu siapakah Yesus itu. Sejak hari itu Yuyung bisa berdoa berkali-kali dalam sehari. Yuyung bisa seharian di kamar hanya untuk membaca Firman dan berdoa. Yuyung hanya membayangkan dirinya sebagai seorang anak kecil yang datang kepada Tuhan dan mengadu apa yang sedang ia alami saat itu. Namun kerinduan terdalam yang ada di hatinya saat itu ialah ia ingin berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Sampai suatu ketika Tuhan memberikan suatu penglihatan kepada Yuyung. Ia melihat sebuah cahaya seperti api dan sangat terang. Dirinya seperti dikelilingi oleh cahaya api saat itu, namun di tengah cahaya itu ada gambaran sebentuk wajah yang tidak terlalu jelas namun Yuyung yakin kalau itu adalah wajah Tuhan Yesus. Peneguhan yang diterimanya saat itu membuat Yuyung semakin yakin dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Yuyung pun menyadari bahwa penyesalan dari sebuah peristiwa tak akan pernah lengkap tanpa pengampunan.

"Setelah saya bertobat, saya meminta ampun kepada istri saya. Saya sangat menyesal," ujar Yuyung.

"Setelah adiknya mendoakan, dia mulai mau mendengarkan Firman, mau ke gereja, sedikit demi sedikit ia mulai menerapkan apa yang ia dengar. Apa yang saya doakan, Tuhan kabulkan," kisah Sri Tini mengenai pertobatan Yuyung, suaminya.

Tidak hanya kepada istrinya, Yuyung juga meminta ampun kepada anak-anaknya karena selama ini ia telah menyia-nyiakan mereka. Tidak cukup sampai di situ, Yuyung juga mendatangi ayah dan ibu tirinya. Yuyung meminta ampun kepada semua orang.

"Setiap kali saya merasa ingin kembali lagi kepada kebiasaan yang lama, saya akan lari kepada Tuhan, saya akan minta tolong kepada Tuhan. Dengan kekuatan saya, saya tidak akan mampu untuk melawan ini semua. Tapi saya yakin dengan kekuatan Roh Kudus yang ada di dalam saya, saya mampu untuk menolak semua hal yang tidak berkenan kepada-Nya. Kebahagiaan yang saya rasakan saat saya punya uang, itu bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya. Tapi sewaktu saya berjumpa dengan Tuhan Yesus dan saya mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat buat saya, di situlah saya merasakan telah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Saya mengucap syukur, karena kalau bukan Tuhan Yesus, tidak akan ada saya seperti saat ini. Saya baru merasakan kalau hidup saya itu betul-betul berharga di mata Tuhan. Jadi buat saya, Tuhan Yesus itu adalah segalanya. Tidak dapat digantikan oleh apapun juga," ujar Yuyung menutup kesaksiannya sambil menangis terharu mengingat kebaikan Tuhan dalam hidupnya. (Kesaksian ini ditayangkan 20 Oktober 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian :
Yuyung
Sumber Artikel :
Jawaban.com

Kesaksian - Kisah Pencari Rejeki Dari Kuburan Keramat

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Kisah Pencari Rejeki Dari Kuburan Keramat


Ditengah derasnya perkembangan tehnologi saat ini ternyata masih ada orang yang percaya pada kekuatan gaib. Salah satunya adalah pria yang bernama Akuh Wijaya ini, sejak kecil dia sudah berkenalan dengan kekuatan gaib.

"Waktu saya delapan tahun, saya sakit mutaber. Paman saya seorang dukun atau orang pintar. Dia berusaha sampai bertapa selama tiga hari tiga malam untuk mendoakan saya. Lalu paman saya mengambil air dan mendoakan air itu kemudian diberikan pada saya. Setelah itu saya merasa badan saya lebih enak. Kemudian saya sembuh."

Tidak hanya pamannya, mamanya pun memberikan saran yang menyesatkan saat ia membutuhkan pekerjaan.

"Mama saya bilang kalau saya ingin berhasil, minta saja pada yang ada di kuburan itu. Bukan minta sama Tuhan, tapi sama yang dikuburan itu."

Tanpa ragu sedikit pun, bersama seorang saudaranya Akuh langsung mendatangi kuburan keramat itu.

"Saya bawa kemenyan, kopi pahit, kopi manis, telor dan makanan."

Di kuburan itu juru kunci menyerahkan Akuh pada roh yang dikuburan itu.

"Pada waktu dia berdoa, saya merasakan kaki saya tidak bergerak. Seperti ada yang menahan. Menurut juru kunci itu tandanya saya di terima oleh kuasa gelap ditempat itu."

Demi mendapatkan pekerjaan, Akuh rela melakukan ritual tidur di kuburan.

"Saya berani, tapi masih ada sedikit gentar. Tapi saya melakukannya rutin, jadi setiap malam Senin saya harus menginap dikuburan."

Dalam sekejab saja, akhirnya Akuh bisa mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya itu, dia juga mendapatkan ilmu kesaktian.

"Saya dulu kalau ke Jakarta, berangkat kerja kalau naik bus kadang-kadang tidak pernah bayar. Jadi kalau saya naik bis, saya naik dari pertama di terminal sampai di Jakarta ngga pernah di tagih. Tapi orang-orang lain ditagih. Jadi kondektur itu ngga bisa ngeliat saya."

Selain memiliki ilmu untuk menghilang, Akuh tidak takut pada siapapun juga.

"Saya menghadapi orang, berapapun orang, saya tidak takut sedikitpun juga."

Suatu ketika ada segerombolan orang yang menantangnya berkelahi, ketika ditanya , "Loe anak mana?"

"Saya orang Bogor, saya ngga pernah takut sama siapapun juga. Kalau kamu berani ayo kita berantem.. Orang itu ngga berani, dan langsung diam."

Kebiasaan Akuh mendatangi kuburan keramat sudah mendarah daging. Bahkan sampai dia menikah. Namun anehnya, sebagai orang yang berilmu tinggi dia tidak tahan mendengar suara kakak perempuannya yang sedang menyanyikan lagu rohani.

"Akhirnya saya tidak tahan, saya tidak kuat, saya kesal, jengkel, timbul amarah, emosi, akhirnya saking keselnya saya lempar piring. Saya gebrak pintu kamarnya, saya jadi berantem dengan kakak saya. Akhirnya kakak saya bilang, ‘Kamu itu bertobat, kamu itu banyak setannya.' Saya bilang, ‘udah kamu jangan tinggal di rumah ini, kamu pergi aja dari rumah ini.'"

Tidak hanya hari itu, Akuh juga sangat ketakutan ketika anak dan istrinya sedang menyanyi lagu-lagu punjian.

"Saya takut, telinga saya seolah-olah tidak kuat mendengarkan lagu-lagu itu."

Istri Akuh, Marlina juga membenarkan cerita Akuh ini, "Jangan suka nyanyi-nyanyi lagu gituan! Katanya. Tapi saya mah lanjut aja. Saya ngga peduli dia sudah marah-marah kayak gitu."

Apa yang dialaminya ketika mendengarkan lagu puji-pujian yang dilantunkan istri, anak dan kakaknya membuat Akuh bertanya-tanya.

"Saya kan punya kekuatan, tapi kenapa kalau anak dan istri saya sedang pujian dan penyembahan saya kok takut? Sampai saya bertanya, ‘Siapa Tuhan Yesus ini?'"

Peristiwa itu sangat menghantui hari-harinya.

"Semakin hari saya semakin takut. Karena kalau orang yang memiliki ilmu kanuragan atau kesaktian itu umurnya pendek. Jadi saya merasa takut, kalau saya mati ini kemana?"

Rasa takut itu semakin bertambah besar yang membuat pekerjaannya terganggu.

"Akhirnya ketika saya putusasa, saya kuatir, saya kerja mulai timbul kesel, jengkel, putusasa."

Ditengah keputusasaannya Akuh berusaha datang ke kuburan keramat mencoba untuk mencari secercah harapan.

"Saya sempat kesana tapi tidak sempat untuk tidur disana."

Di kuburan itu, Akuh teringat perkataan temannya, "Kuh, kalau kamu punya masalah, datang kepada Tuhan Yesus. Tidak ada jalan lain, kamu harus bertobat."

"Hati saya merasa tidak damai, tidak ada sukacita. Gelisah terus."

Walau masih ada keraguan, tapi Akuh berangkat juga ke sebuah pertemuan ibadah untuk membuktikan perkataan temannya itu.

"Waktu saya berangkat kesana, saya hanya minta satu, mukjizat dari Tuhan Yesus. ‘Tuhan Yesus, kalau Engkau memang Tuhan, tunjukkanlah mukjizat.'"

Suatu kejadian supranatural terjadi dalam ibadah tersebut. Ketika Akuh akan didoakan, ada sebuah cahaya sangat terang menghampiri dirinya.

"Saya melihat seperti orang berdiri bercahaya sangat terang. Saya tidak tahan, silau sekali mata saya. Itu seperti laser yang menembus kepala saya sampai ke belakang."

Ketika di doakan oleh hamba Tuhan Akuh terpental ke belakang. Akuh mengalami perjumpaan dengan Yesus dan dilepaskan dari kuasa-kuasa gelap yang mengikatnya.

"Akhirnya setelah saya melihat Tuhan Yesus menjamah saya, baru saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Disitulah saya baru bisa menangis, saya merasakan bisa sukacita, damai sejahtera yang belum pernah saya rasakan sebelumnya."

Saat ini Akuh sudah lepas dari kuburan keramat yang menyesatkan itu. Kini Akuh senang memuji dan menyembah Tuhan bahkan aktif mengajak anak istrinya memuji Tuhan bersamanya.

"Saya usahakan untuk mencari keselamatan, damai sejahtera, sukacita, ternyata hanya saya dapatkan di dalam Yesus Kristus," demikian tutur Akuh Wijaya menutup kesaksiannya.

(Kisah ini ditayangkan 30 Oktober 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).


Sumber Kesaksian :
Akuh Wijaya
Sumber Artikel :
Jawaban.com

Kesaksian - Pergaulan Bebas Karena Impoten

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Pergaulan Bebas Karena Impoten

Alex meniduri begitu banyak wanita hanya untuk satu tujuan, yaitu membuktikan keperkasaannya sebagai seorang pria.

"Pertama kali saya berhubungan dengan wanita, saya sudah mulai merasa mengapa kok gagal. Kedua, tidak bisa. Ketiga lalu keempat... Makin hari melakukan saya semakin merasa ketakutan. Semakin bertanya-tanya apa yang terjadi di dalam kelemahan saya. Saya tidak bisa melakukan hubungan seksual membuat saya begitu terikat, begitu ketakutan, begitu membuat saya kecewa dengan diri saya sendiri. Sampai saya merasa hidup ini sudah tidak ada arti. Saya tidak bisa sekali-kali menikmati hubungan seksual dengan benar. Tidak bisa mencapai yang namanya klimaks," Alex mengungkapkan rasa frustrasinya ketika menyadari bahwa kepriaannya sulit untuk berfungsi.

Alex KurniawanTak banyak yang tahu bahwa sejak kecil, Alex sudah mulai terikat dengan kebiasaan buruk yang pada akhirnya mendarah-daging dalam dirinya. Yaitu menonton film porno.

Dampak dari kebiasaan buruk tersebut, Alex berkisah, "Ketika kita melihat wanita yang cantik sedikit saja, kita ingin melakukan sesuatu. Dan kita melakukannya dengan onani. Dan kadang sehari bisa beberapa kali."

Seiring pertumbuhannya ketidakharmonisan di antara kedua orang-tuanya menambah runyam dalam kehidupan Alex. Ia tidak betah di rumah dan ia lebih senang untuk menghabiskan waktunya dengan teman-teman di luar. "Benar-benar saya tidak betah di rumah."

Untuk melampiaskan kekecewaannya, Alex terjun pada kehidupan yang begitu liar. Dunia malam, ekstasi, mabuk, dan seks senantiasa menghiasi hari-harinya. "Saya ingin membuktikan diri saja bahwa saya bisa melakukan hubungan seksual," kisah Alex mengenai alasannya mengapa ia melakukan pergaulan bebas.

Tidak dapat menerima kenyataan yang sesungguhnya, Alex bahkan mengkonsumsi obat-obatan. "Akhirnya saya memakai obat kuat. Ketika saya minum, tidak ada sesuatu yang hebat terjadi pun tidak ada. Malahan, muka saya jadi merah, jadi panas, telinga rasanya terbakar. Detak jantung menjadi kencang. Tidak ada kepuasan yang saya temukan," ungkap Alex.

Alex KurniawanHidup Alex sudah begitu hambar, ia bahkan melakukan pernikahan tanpa tujuan yang berarti. "Buat saya pernikahan itu tidak ada di dalam pikiran saya, yang ada ya punya anak saja. Saya menikah itu ya sudah tanpa cinta, jadi, saya malas untuk menatap mata istri saya. Timbul rasa kebencian dalam diri saya terhadapnya, tak tahu mengapa. Dengar suaranya saja saya benci," ujar Alex mengenai rasa sebal dalam dirinya yang sebenarnya dikarenakan ketidaksanggupan dirinya membahagiakan istrinya.

Bahkan malam pertamanya saja yang seharusnya menjadi malam yang begitu indah, justru menjadi malam yang begitu dingin dan hambar. Hari demi hari, kehidupan rumah tangga mereka pun diwarnai kehidupan seks yang semakin dingin.

"Sampai-sampai saya lebih senang untuk bermain keluar. Karena jika dengan wanita lain saya yang dipuaskan, sedangkan bersama istri saya harus memuaskan dia. Dan saya tidak sanggup," ungkap Alex.

Kemelut rumah tangga mereka pun semakin rumit. Demi menutupi kelemahannya, Alex justru semakin menyudutkan istrinya. Bagi Alex, kepuasan hanya mengenai fisik semata. Jiwanya pun kering, tak ada lagi kehangatan yang tersisa.

"Bicara cinta, saya pikir, saya sudah tidak ada lagi rasa cinta. Ketika saya masuk ke dunia hiburan malam, yang namanya cinta itu saya lupa. Saya kehilangan apa yang namanya cinta, yang ada hanyalah nafsu," kisah Alex.

Liskania, istri Alex, juga berkisah, "Ada masalah sedikit saja, itu bisa membuat kami tidak saling berbicara sehari dua hari. Apalagi jika masuk kamar, bisa diam-diaman saja. Masing-masing balik badan sendiri-sendiri. Setelah menikah, ya berbeda, kadang kita berbicara itu tidak dihiraukan olehnya."

Petualangan seksnya di luar rumah pun semakin liar dan menjadi-jadi. Dalam pikirannya yang ada hanya seks. Ia melakukannya pun tanpa pelindung. Ia berpikir mau mati karena penyakit ya, silahkan saja, yang penting ia bisa melakukannya.

Petualangan seksualnya demi mencapai kepuasan fisik hampir menyita seluruh fokus hidupnya. Bahkan bisnis yang selama ini ia jalani, ikut terenggut seperti kepriaannya.

"Bisnis gagal, hubungan seksual gagal, semua gagal. Itulah momen yang paling hancur, itulah titik yang paling parah yang tidak ada obatnya. Tak ada satu manusia pun yang bisa menolong saya. Disitulah titik yang paling frustrasi," kisah Alex mengenai semua kegagalan yang ia alami.

Alex pun sudah merasakan titik terendah dalam hidupnya dimana ia merasa ia tidak bisa bangkit lagi.

Dan pada titik terendah dalam hidupnya tersebut, melalui ajakan seorang teman, Alex duduk dalam sebuah pertemuan yang menjadi penentu bagaimana ia menjalani akan masa depannya. Pada saat itulah, Alex dikejutkan dalam sebuah pengalaman spiritual yang membuatnya begitu terheran-heran.

Alex Kurniawan"Daripada saya bengong, saya tundukkan kepala berdoa Doa Bapa Kami. Tiba-tiba bayangan hitam berdiri besar di samping saya. Bahunya terangkat, kelihatan sangat sedih. Saya melihat dan bertanya-tanya. Ketika bayangan hitam itu datang dan mendekat, disitu saya baru disadarkan bahwa saya berdosa. Saya selama ini berpikir bahwa saya benar, ternyata saya baru disadarkan bahwa saya salah. Disitu saya bisa menangis sejadi-jadinya, saya tidak tahu bahwa air mata saya bisa ditahan," ungkap Alex.

Penyesalan demi penyesalan menyelimuti Alex, linangan air mata pun menjadi saksinya. "Bayangan hitam itu memeluk saya menunjukkan kasihnya. Saya merasakan bahwa saya sudah hancur, tidak berdaya, tak ada artinya... Tetapi Tuhan menerima saya. Benar-benar saya datang dalam kondisi yang parah, yang secara manusia sudah tidak ada harapan, sudah tidak bisa bangkit lagi. Dan Tuhan pulihkan...," kisah Alex bagaimana Tuhan menunjukkan kasih-Nya bagi Alex.

Saat ini Alex telah lepas dari krisis keperkasaannya sebagai seorang pria yang telah lama membelenggunya. Kehidupan seks Alex dan istrinya kini telah dipulihkan. Rumah tangganya pun menjadi harmonis.

"Jika dulu melakukan seks itu seperti menonton video porno yang saya tonton. Tetapi sekarang saya melihat bahwa itu adalah hubungan intim suami-istri adalah kemuliaan bagi Tuhan. Itu adalah sesuatu yang sangat indah yang hanya bisa dinikmati yang melakukannya bukan dengan dasar nafsu. Tetapi ketika kita memulainya dengan ucapan syukur untuk kemuliaan Tuhan, kita menikmati itu sangat luar biasa," ungkap Alex mengenai bagaimana Tuhan memperbaharui kehidupan rumah tangganya.

Istri Alex pun berkisah, "Bagi saya dia adalah suami yang sempurna yang mengasihi anak-anaknya dan istrinya." (Kisah ini sudah ditayangkan 12 November 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian:
Alex Kurniawan

Alex Kurniawan

Sumber Artikel:
Jawaban.com

Kesaksian - Lolos Dari Kecelakaan Pesawat Yang Mematikan

Filed under: , by: TruthSeeker


Video Kesaksian - Lolos Dari Kecelakaan Pesawat Yang Mematikan



Pada suatu hari Riel akan mengadakan perjalanan bsinis ke luar kota ia merasakan perasaan yang aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Anaknya yang bernama Timtothy juga sedang sakit saat itu. Tetapi hal itu tidak membuat Riel untuk menunda penerbangannya. Istrinya pun merasakan perasaan yang aneh itu. Ada suatu ganjalan dan keanehan sebelum suaminya pergi ke Jogjakarta.

Istrinya mengambil jaket kulit untuk suaminya yang tidak pernah dipakai Riel. Dengan perasaan tidak karuan, ia pergi ke bandara. Kecemasannya semakin bertambah saat pesawat akan segera diberangkatkan. Saat pesawat ingin diberangkatkan pilot memberitahu bahwa di udara akan terjadi goncangan karena cuaca sedang buruk. Kontan hati Riel merasa ingin keluar dari pesawat itu. Tetapi sudah tidak mungkin lagi.

Pada saat di udara, Riel semakin merasa takut dalam perjalanan menuju Jogjakarta. Rasa cemas Nampak di raut wajah Riel. Hampir seluruh perjalanan di pesawat mengalami goncangan. Pada saat itu Riel sempat membaca buku petunjuk penyelamatan dalam pesawat. Hal tu tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Sepertinya Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu.

Ia merasa sangat takut, tetapi ia dapat meredakannya. Riel tidak menyadari bahwa maut siap menjemput. Saat pesawat ingin mendarat, terjadi sesuatu yang tidak disangka. Pesawat langsung terhempas dan kecelakaan tak dapat dihindari. Barang-barang yang ada dalam pesawat langsung berserakan dan orang-orang berlompatan panik. Keadaan menjadi tidak terkendali. Pesawat terus meluncur dan akhirnya berhenti.

Ditengah-tengah kepanikannya, ia teringat akan buku petunjuk yang ia baca tadi. Ia berinisiatif untuk pergi ke pintu darurat dan membukanya. Saat ia ingin keluar dan lewat sayap pesawat, kakinya terjepit. Tubuhnya terbakar sekitar 50 %. Dengan sisa tenaga, Riel berusaha melepaskan diri. Ia meminta pertolongan, namun tak ada yang menolongnya. Ia berteriak pada Tuhan agar menolongnya saat itu. Ditengah kebisingan, Riel mendengar suara lembut berkata "kamu tidak akan mati, tarik lagi kakimu". Akhirnya ia terlepas dan dibawa ke rumah sakit.

Sungguh suatu keajaiban ia dapat selamat dari kecelakaan itu. Istri Riel merasa sangat sedih melihat keadaan suaminya yang kritis, dan ditambah lagi anaknya harus masuk rumah sakit karena sakit. Istrinya selalu berdoa untuk kesembuhan suaminya. Pada suatu saat Riel mengalami masa kritis. Ia tidak dapat bernafas, dingin dan seperti ingin mati. Menurut dokter orang meninggal pada kasus kebakaran adalah karena infeksi. Pada saat itu istrinya berlutut dan berdoa untuk kesembuhan suaminya.

Karena kondisi yang tak kunjung membaik, akhirya Riel dipindahkan ke Jakarta untuk perawatan yang lebih intensif. Riel dan istrinya tidak habis pikir kejadian ini terjadi pada mereka. Namun sesuatu yang tak terduga ia mengalami masa kritis. Tidak ada yang menolong. Istrinya mendapat hikmat untuk tidak menggunakan kekuatan manusia, tetapi Allah yang akan berperang. Akhirnya istri Riel menelepon seorang hamba Tuhan dan didoakan. Saat itu panasnya turun kembali.

Banyak hal yang Tuhan ingatkan pada Riel. Suatu malam ia diingatkan bahwa semua yang ia alami adalah tidak ada yang kebetulan. Riel terus bertanya mengapa dan mengapa hal ini terjadi. Tetapi Yesus mengingatkan jangan terlalu banyak bertanya dari sisi manusia, tetapi coba lihat dari sudut pandang Tuhan bahwa Tuhan masih menyelamatkan ia dari kobaran api dan membuat ia tetap hidup. Anugrah Tuhan selalu ada dalam hidup Riel.

8 bulan lamanya Riel dirawat di rumah sakit. Setelah ia mengalami cobaan yang begitu berat akhirnya ia dapat keluar dari penderitaan ini. Walaupun ia masih harus memulihkan luka bakarnya. Tuhan mengingatkan bahwa jangan sia-siakan hidup, lakukan sesuatu yang lebih berharga lagi. Oleh karena kasih Tuhan, Riel mendapat kesempatan kedua dari Tuhan.

Saat ini dengan tekun dan setia sang istri merawat luka-luka suaminya. Apa yang baik bagi kita belum tentu baik untuk Tuhan, tetapi bila baik dari Tuhan sudah pasti baik untuk kita. Dengan pengalamannya, Riel menulis buku tentang kecelakaannya dan proses pemulihannya dari kecelakaan. Di buku ini Riel ingin menyampaikan bahwa ia sudah mengalami mukjizat yang luar biasa diselamatkan dan disembuhkan dari luka bakar yang luar biasa parah. (Kisah ini sudah ditayangkan 6 Juli 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian:
Riel Pasaribu

Sumber Artikel:
Jawaban.com



Grab this Widget ~ Blogger Accessories